Redenominasi Rupiah, BI Bakal Minta Restu Istana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rupiah. TEMPO/Budi Purwanto

    Ilustrasi rupiah. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Agus Martodjojo, berencana segera bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Dia ingin meminta restu untuk melakukan redenominasi mata uang Rupiah.

    "Kami berharap Presiden bisa mendukung redenominasi mata uang," kata dia di Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 21 Juli 2017. Namun dia mengaku belum mengetahui waktu pertemuan dengan kepala negara tersebut.

    Baca: Sri Mulyani Ingin Redenominasi Rupiah Mulai Dirancang Tahun Ini

    Agus mengaku sudah berbicara dengan sejumlah menteri untuk membahas usulan tersebut, salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurut dia, Sri Mulyani sudah menyatakan dukungannya terhadap rencana redenominasi.

    Jika pemerintah setuju, Presiden Jokowi akan membuat amanat presiden agar DPR membahas rancangan undang-undang mengenai redenominasi mata uang Rupiah. Agus mengatakan, dia sudah mengunjungi Komisi XI DPR dan mendapat dukungan dari hampir semua fraksi untuk membahas rancangan tersebut.

    Simak: Menteri Darmin: Biaya Redenominasi Rupiah Tak Besar

    Agus mengatakan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk redenominasi nilai mata uang. "Kami melihat stabilitas ekonomi dan politik saat ini terjaga," ujarnya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.