Sepanjang Tahun Ini, Utang Pemerintah Sentuh Rp 191,06 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kedua kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri), dan Menkeu Sri Mulyani di sela-sela rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 18 Juli 2017. Presiden memimpin dua rapat terbatas hari ini. ANTARA/Rosa Panggabean

    Presiden Jokowi (kedua kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan), Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri), dan Menkeu Sri Mulyani di sela-sela rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 18 Juli 2017. Presiden memimpin dua rapat terbatas hari ini. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Utang pemerintah pusat sampai dengan Juni 2017 tercatat sebesar Rp 3.706,52 triliun. Utang secara neto naik Rp 34,19 triliun dibandingkan utang sampai dengan Mei lalu. Hingga Mei, menurut data Kementerian Keuangan, utang pemerintah tercatat sebesar Rp 3.672,33 triliun.

    Utang pemerintah tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 2.979,50 triliun dan pinjaman sebesar Rp 727,02 triliun. Adapun peningkatan utang sebesar Rp 34,19 triliun berasal dari penerbitan SBN neto sebesar Rp 35,77 triliun dan pelunasan pinjaman neto sebesar Rp 1,59 triliun.  

    Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan, penambahan utang neto selama 2017 saja mencapai Rp 191,06 triliun. Penambahan itu berasal dari kenaikan SBN sebesar Rp 198,89 triliun dan pelunasan pinjaman sebesar Rp 7,83 triliun.

    "Tambahan pembiayaan utang memungkinkan kenaikan belanja produktif di bidang pendidikan, infrastruktur, kesehatan, transfer ke daerah dan dana desa, serta belanja sosial," kata Robert dalam rilisnya di situs resmi Kementerian Keuangan, Jumat, 21 Juli 2017.

    Simak: Dianggap Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi, Rating Utang RI Naik

    Robert menegaskan, pemerintah memiliki komitmen untuk membayar kewajiban utang sebagai konsekuensi pembiayaan defisit. Kewajiban utang pada Juni mencapai Rp 26,89 triliun yang terdiri dari pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp 18,91 triliun dan bunga utang sebesar Rp 7,98 triliun.

    Sementara itu, dalam hal risiko tingkat nilai tukar, rasio utang dalam mata uang asing terhadap total utang adalah sebesar 40,8 persen. Adapun Average Time to Maturity (ATM) mencapai 8,9 tahun dsn utang jatuh tempo dalam lima tahun sebesar 39,1 persen dari outstanding.

    Pemerintah pun berupaya mengelola risiko utang dengan baik, termasuk risiko pembiayaan kembali, risiko tingkat bunga, dan risiko nilai tukar. Indikator risiko utang pemerintah pada Juni menunjukkan rasio utang dengan tingkat bunga mengambang sebesar 11,2 persen dari total utang.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.