Sektor Ritel Lesu, Lotte Mart Tak Yakin Capai Target

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melakukan transaksi usai belanja di Lotte Mart Jakarta, Minggu (2/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pengunjung melakukan transaksi usai belanja di Lotte Mart Jakarta, Minggu (2/9). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Lotte Mart Indonesia dan PT Lotte Shopping Indonesia, Joseph V. Buntaran, tak yakin sektor ritel bisa tumbuh sesuai target tahun ini. Dia menargetkan ritel tumbuh sebesar 12-13 persen.

    Joseph menyatakan dirinya bukan pesimistis. "Tapi sebagai orang yang agak realistis, saya menilai sepertinya agak susah mencapai target," kata dia di Menara Standard Chartered, Jakarta, Rabu, 19 Juli 2017.

    Menurut dia, kondisi sektor ritel di Indonesia kini sedang sulit. Salah satu penyebabnya adalah daya beli masyarakat yang rendah. Pada tiga minggu awal Juni saja, data Nielsen Retail Establishment Survey menunjukkan pertumbuhan ritel secara nasional hanya 3 persen. Padahal periode merupakan masa panen sektor ritel karena masuk waktu ramadan dan lebaran. Joseph mencatat pertumbuhan di periode tersebut biasanya bisa mencapai 11-12 persen.

    Namun Joseph menyatakan sektor ritel bukan tanpa harapan. Kondisi Indonesia saat ini dinilai membaik. "Secara makro ekonomi juga dalam kondisi baik, rasio utang membaik," kata dia. Program prioritas Presiden Joko Widodo yang berfokus di sektor infrastruktur juga disebut sebagai sentimen positif.

    Dari internal, Joseph menyatakan perusahaan mencoba menerapkan beragam strategi untuk terus berkembang. Dia menganut tiga strategi bisnis ritel yang disebutnya 3C. "Capital, competitivenes, dan credibility," ujarnya.

    Dia mengatakan capital alias modal berperan penting baru pertumbuhan perusahaan. Bagi perusahaan seperti Lotte Mart yang baru berdiri pada 2010, modal yang kuat menjadi kunci ekspansi. Lotte berupaya menggandeng berbagai pihak untuk menjalin kemitraan sehingga perusahaan mendapat jaminan keuangan.

    Dari segi kompetitif, Lotte berupaya menawarkan harga yang menarik. Sementara dari sisi kredilibitas, salah satu upaya Lotte adalah memberikan kemudahan kepada pemasoknya. Caranya dengan memberikan layanan Early Payment Program. Dalam program tersebut, pemasok bisa mendapat pembayaran lebih cepat dari waktu jatuh tempo.

    Lotte juga mengandalkan pertumbuhan dari pembukaan gerai baru. Tahun ini, Lotte membuka satu gerai ritel Lotte Mart baru di Surabaya. Pembukaan gerai diharapkan mendorong pertumbuhan. Pasalnya, pertumbuhan sektor ritel tahun lalu bisa tumbuh 12-13 persen, salah satunya karena disebabkan penambahan gerai.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.