Cina Protes Nama Laut Natuna Utara, Menteri Susi Bergeming  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kedua kanan) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 5 April 2017. Rapat ini juga membahas penindakan pelanggaran penyelundupan benih Lobster. ANTARA/M Agung Rajasa

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (kedua kanan) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 5 April 2017. Rapat ini juga membahas penindakan pelanggaran penyelundupan benih Lobster. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggantian nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara mendapat reaksi keras dari Cina. Namun Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menganggap penggantian nama itu biasa saja bahkan merupakan hak Indonesia.

    "Loh itu kan laut yang masuk wilayah perairan kita. Ya itu bukan Laut Cina Selatan, tapi Laut Natuna Utara," ujar Susi Pudjiastuti  di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 18 Juli 2017.

    Baca:
    Peta Baru Indonesia, Ini Nama Laut di Atas Kepulauan Natuna
    Peta Baru Indonesia, Kemenko Maritim Resmikan Laut Natuna Utara

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penggantian nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara dianggap Cina tidak masuk akal. Pasalnya, menurut mereka, hal tersebut tidak sesuai dengan upaya standardisasi penyebutan wilayah internasional.

    Sebelumnya, Cina diketahui berupaya keras mempertahankan nama Laut Cina Selatan di berbagai wilayah perairan milik negara lain. Sebagai contoh, ketika Filipina mengganti nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Filipina Barat, Cina menggugat mereka ke Mahkamah Internasional.

    Susi Pudjiastuti enggan mengomentari lebih lanjut sikap Cina atau bahkan memprediksi langkah mereka berikutnya. Kepada awak media, Susi hanya kembali menegaskan bahwa Indonesia berhak mengganti nama wilayah perairan mereka. "Kenapa tidak (mengganti nama--red)? Kan itu Laut Natuna Utara kita," ujarnya.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.