Diisukan Hendak Disingkirkan, Ini Respons Menteri Susi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi tertawa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti saat mendapat pujian kinerjanya dari Presiden Joko Widodo saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, Senin 14 September 2015. Penyerahan DIPA 2016 merupakan awal dari rangkaian proses pelaksanaan APBN 2016. TEMPO/Subekti.

    Ekspresi tertawa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti saat mendapat pujian kinerjanya dari Presiden Joko Widodo saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, Senin 14 September 2015. Penyerahan DIPA 2016 merupakan awal dari rangkaian proses pelaksanaan APBN 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merespons ucapan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan yang menyebut dirinya hendak disingkirkan dari kabinet oleh para kartel pengusaha perikanan dan kelautan. Ia mengaku tidak begitu mengetahui kabar tersebut.

    "Mungkin Pak Budi Gunawan lebih tahu. Dia kan intelijen, jadi pasti tahu apa yang terjadi," ujar Susi saat dicegat awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 18 Juli 2017.

    Baca: Menteri Susi: Tak Puas Kebijakan Saya, PTUN-kan Saja

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Budi Gunawan mengungkapkan posisi Susi Pudjiastuti di kabinet tengah digoyang para kartel. Hal itu, menurut Budi, terlihat dari banyaknya aksi demo nelayan dan isu-isu yang mengatakan Susi akan disingkirkan dari Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. 

    Budi mengatakan kartel tidak suka dengan kebijakan-kebijakan menteri pemilik maskapai penerbangan Susi Air tersebut. Beberapa di antaranya kebijakan penghapusan cantrang serta larangan melakukan transit kapal di tengah laut yang menurut Susi adalah bagian dari penyelundupan.

    Simak: Menteri Susi dan Kekuatan Besar di Sektor Perikanan dan Kelautan

    Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa hanya mencoba membuat kebijakan sebaik mungkin. Adanya pihak yang tidak suka hingga mau menyingkirkan dia, menurut ia, adalah hal wajar karena tidak semua pihak mau keluar dari zona nyaman dan penuh keuntungan. Lagi pula, kata Susi, dirinya bekerja untuk Presiden Joko Widodo dan Indonesia, bukan untuk pengusaha.

    "Apa yang saya lakukan mengganggu comfort zone dari orang yang selama ini mendapat keuntungan besar dengan cara tidak pantas. Jadi pasti banyak yang tidak suka," ujar Susi.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara