Neraca Perdagangan Surplus, Rupiah Menguat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak menguat menjadi Rp13.310 dibandingkan sebelumnya Rp13.320 per dolar Amerika Serikat (AS).

    "Kurs rupiah masih dalam tren penguatan terhadap dolar AS, surplus neraca perdagangan Juni 2017 yang naik menjadi salah satu faktornya," kata Ekonom Sammuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Selasa, 18 Juli 2017. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan pada Juni 2017 sebesar 1,63 miliar dolar AS. 

    Baca: Persepsi Negatif Tentukan Pergerakan Kurs Rupiah Hari Ini

    Ia menambahkan bahwa kondisi dolar AS yang cenderung mengalami pelemahan terhadap mayoritas mata uang dunia, juga turut memberikan sentimen positif bagi kurs domestik. "Rupiah masih berpeluang menguat di tengah dolar AS yang konsisten melemah di pasar global," katanya.

    Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan, rasio utang Indonesia yang relatif masih tergolong kecil dibandingkan negara-negara anggota G20 meredakan kekhawatiran pelaku pasar. "Pemerintah menyatakan rasio utang terhadap PDB masih di bawah batas aman. Kondisi itu menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap Indonesia," katanya.

    Simak: Dolar Menguat, Rupiah Berpotensi Kembali Tertahan  

    Ia menambahkan bahwa sentimen positif di dalam negeri itu membuat permintaan terhadap aset-aset berdenominasi rupiah kembali meningkat sehingga fluktuasi mata uang domestik di pasar valas bergerak di area positif.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?