Jumlah Penduduk Miskin Meningkat, Ini Penyebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga yang tinggal di gerobak atau disebut manusia gerobakterlihat ceria saat menunggu pergantian tahun di pinggir Jalan Margonda, Depok, Rabu malam, 31 Desember 2014. Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan yang masih belum dapat diatasi hingga saat ini. Tempo/Ilham Tirta.

    Keluarga yang tinggal di gerobak atau disebut manusia gerobakterlihat ceria saat menunggu pergantian tahun di pinggir Jalan Margonda, Depok, Rabu malam, 31 Desember 2014. Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan yang masih belum dapat diatasi hingga saat ini. Tempo/Ilham Tirta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2017 menurun dibandingkan September 2016 dari 10,70 persen menjadi 10,64 persen.

    Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Maluku Utara ...

    Namun bila berdasarkan jumlah penduduk, BPS mencatat terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin dari 27,76 juta jiwa menjadi 27,77 juta jiwa. "Maka selama enam bulan tersebut terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin  6,90 ribu jiwa," ucap Kepala BPS Suhariyanto saat mengumumkan profil kemiskinan di Indonesia untuk Maret 2017, di Kantor BPS, Jakarta, Senin, 17 Juli 2017.

    Suhariyanto menyebutkan ada berbagai faktor yang mempengaruhi kenaikan jumlah penduduk miskin. Salah satunya adalah selama periode September 2016 - Maret 2017 terjadi inflasi  sebesar 2,24 persen. Sedangkan inflasi Maret 2016 - Maret 2017 (yoy) sebesar 3,61 persen.

    Suhariyanto juga menyampaikan untuk mengukur tingkat kemiskinan ini, BPS melihat dari ketidakmampuan sisi ekonomi penduduk dalam memenuhi kebutuhan dasar makanan seperti beras, gula pasir, telur ayam ras, dan lainnya.

    Baca: BPS: Jumlah Orang Miskin di Perkotaan Naik

    Suhariyanto mengatakan adanya hambatan dalam distribusi beras sejahtera (Rastra) pada awal 2017 menjadi faktor sulitnya menekan kemiskinan.

    SHINTIA SAVITRI | SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.