Minggu, 25 Februari 2018

BPS: Neraca Perdagangan Juni 2017 Surplus US$ 1,63 Miliar  

Oleh :

Tempo.co

Senin, 17 Juli 2017 14:44 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BPS: Neraca Perdagangan Juni 2017 Surplus US$ 1,63 Miliar  

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2017 mengalami surplus US$ 1,63 miliar. Adapun total ekspor Indonesia pada Juni 2017 sebesar US$ 11,64 miliar, sementara total impor US$ 10,01 miliar.

    Baca: BI: Surplus Perdagangan per Maret 2017 Turun US$ 1,23 Miliar

    Menurut Kepala BPS Suhariyanto, hal tersebut dipicu surplus sektor nonmigas US$ 1,96 miliar. Sedangkan neraca perdagangan sektor migas defisit US$ 0,33 miliar. “Kami harapkan surplus ini akan terjadi hingga akhir tahun,” ucapnya di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin, 17 Juli 2017.

    Dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia mengalami surplus 28,25 juta ton pada Juni 2017. Hal tersebut didorong surplusnya neraca sektor nonmigas 28,4 juta ton. Namun neraca volume perdagangan sektor migas mengalami defisit 0,15 juta ton.

    Adapun sepanjang Januari-Juni 2017, total ekspor Indonesia mengalami kenaikan US$ 79,96 miliar dengan total impor naik US$ 72,33 miliar. Dengan demikian, sepanjang 2017, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 7,63 miliar.

    “Secara satu semester, surplus perdagangan kita US$ 7,63 miliar. Jika dilihat, ini tertinggi sejak 2012,” katanya.

    Baca: Jokowi Perintahkan Pembatasan Ekspor-Impor ...

    Suharyanto menambahkan, surplus perdagangan nonmigas Indonesia selama satu semester ini paling banyak disumbang negara India dengan kontribusi US$ 5,04 miliar, Amerika Serikat US$ 4,7 miliar, dan Belanda US$ 1,56 miliar. Namun neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit dengan Cina sebesar US$ 6,62 miliar, Thailand US$ 1,83 miliar, dan Australia US$ 1,57 miliar.

    DESTRIANITA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.