Pengusaha Beberkan Penyebab Lesunya Bisnis Retail di Tahun Ini

Reporter

Bisnis ritel di Indonesia. Tempo/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Peretail Indonesia (Aprindo) memperkirakan kelesuan sektor retail akan berlangsung minimal hingga Agustus atau menjelang akhir tahun ini. Menurunnya daya beli masyarakat sejak awal tahun mengakibatkan penjualan barang eceran terus menurun.

“Biasanya 40–45 persen dari target terealisasi pada saat Ramadan hingga Idul Fitri, tapi hingga pekan kedua Juli masih saja rendah,” kata Ketua Aprindo Roy Nicholas Mandey kepada Tempo, kutip Koran Tempo edisi Senin 17 Juli 2017.

Simak: Menteri Darmin Optimistis Daya Beli Masyarakat Akan Naik Lagi

Berdasarkan data Aprindo, pertumbuhan belanja retail pada Juni lalu hanya 5–6 persen, atau separuh dari periode yang sama tahun lalu sebesar 11,75 persen. Alih-alih membeli barang, belanja masyarakat saat itu lebih terkonsentrasi pada kebutuhan pendidikan.

Menurut Roy, angka pertumbuhan belanja retail tidak sebanding dengan tingkat kunjungan (turn over) masyarakat ke pusat belanja yang cukup tinggi. “Mereka hanya masuk, sedikit makan-minum, tetapi belanjanya rendah,” ujar dia. Selain daya beli masyarakat yang lesu, Roy menilai, belanja online turut mempengaruhi penjualan peretail konvensional.

Lesunya pasar retail Indonesia tecermin dalam riset Global Retail Development Index yang dikeluarkan ATKearney, Juni lalu. Tahun ini, Indonesia menempati posisi delapan atau turun tiga peringkat dari 2016. ATKearney menyebut penjualan retail di Indonesia mencapai US$ 350 miliar tahun ini, atau hanya naik 8,02 persen dari tahun lalu.

ATKearney pun memperingatkan peretail untuk mewaspadai potensi guncangan ekonomi lantaran inflasi yang diperkirakan meningkat hingga 4,5 persen pada akhir tahun. “Ini dapat memperburuk belanja konsumen. Defisit fiskal juga membuat kurs rupiah rentan, sehingga memperlemah daya beli konsumen berpenghasilan rendah,” demikian petikan riset tersebut.

Sejumlah pelaku industri retail pun kolaps. Dua di antaranya adalah emiten Bursa Efek Indonesia, yakni PT Modern Internasional Tbk (MDRN) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). MDRN mengumumkan penutupan seluruh gerai convenience store 7-Eleven pada 30 Juni lalu.

Dalam keterangan tertulis ke Bursa Efek Indonesia, Jumat lalu, manajemen MDRN menyatakan terjadi penurunan pendapatan, terutama setelah pemerintah melarang penjualan alkohol. Mereka juga menyebutkan mundurnya sejumlah investor sebagai penyebab kekurangan sumber daya.

Adapun MPPA menutup dua gerai Hypermart yang tak menguntungkan. Sekretaris Perusahaan Matahari Putra Prima, Danny Kojongian, mengatakan penutupan gerai yang berdampak pengurangan tenaga kerja tak dapat dihindari. “Namun kami tetap memaksimalkan gerai yang memberi kontribusi positif,” kata Danny.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Raden Pardede, mengatakan pemerintah perlu melakukan kebijakan fiskal yang ekspansif agar pendapatan masyarakat meningkat, seperti mengurangi pungutan pajak serta mendorong penyaluran dana alokasi umum dan khusus untuk mempercepat belanja di daerah. Adapun Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan perbaikan daya beli akan terlihat pada kuartal tiga tahun ini, setelah ekspor membaik.

GHOIDA RAHMAH | VINDRY FLORENTIN | DIKO OKTARA | PUTRI ADITYOWATI






Kadin Resmikan Indonesia Trading House di Swiss, Pertama di Eropa

17 jam lalu

Kadin Resmikan Indonesia Trading House di Swiss, Pertama di Eropa

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meresmikan Indonesia Trading House di Swiss untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Eropa.


Kadin Solo Dorong Pelaku UMKM Daftarkan Produk di E-Katalog LKPP, Ini Sebabnya

7 hari lalu

Kadin Solo Dorong Pelaku UMKM Daftarkan Produk di E-Katalog LKPP, Ini Sebabnya

Ketua Kadin Kota Solo terpilih, Ferry Septha Indrianto menyebutkan pihaknya mendorong UMKM dapat masuk ke dalam katalog elektronik atau e-katalog.


Potensi Hilirisasi Industri, Bos Kadin: Memacu Pertumbuhan Ekonomi RI

7 hari lalu

Potensi Hilirisasi Industri, Bos Kadin: Memacu Pertumbuhan Ekonomi RI

Arsjad Rasjid mengatakan salah satu indikator keberhasilan hilirisasi industri di tanah air adalah pelibatan sektor swasta termasuk investor global.


Kadin dan BKPM Gelar Indonesia Pavillion di WEF Davos, Salah Satunya untuk Gaet Investor Global ke IKN

8 hari lalu

Kadin dan BKPM Gelar Indonesia Pavillion di WEF Davos, Salah Satunya untuk Gaet Investor Global ke IKN

Kadin dan BKPM menggaet investor global untuk menyuntikkan modal ke Tanah Air lewat Indonesia Pavilion yang merupakan rangkaian WEF 2023 di Davos.


Kadin Dukung Gelaran BIMP-EAGA Maritime 2023: Tingkatkan Potensi Laut RI

13 hari lalu

Kadin Dukung Gelaran BIMP-EAGA Maritime 2023: Tingkatkan Potensi Laut RI

TEMPO.CO, Jakarta- Kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia mendukung penuh acara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Maritime 2023. Acara tersebut akan diselenggarakan oleh PT. Pelindo mulai 21-23 Februari 2023 di JW Marriott Hotel, Jakarta Selatan.


Kadin dan Indosat Ooredoo Buka Program Beasiswa Coding, Targetkan 3.000 Anak Muda

16 hari lalu

Kadin dan Indosat Ooredoo Buka Program Beasiswa Coding, Targetkan 3.000 Anak Muda

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) membuka pendaftaran program beasiswa IDCamp X Kadin 2023.


Menaker Wajibkan Perusahaan Terapkan Perppu Cipta Kerja

18 hari lalu

Menaker Wajibkan Perusahaan Terapkan Perppu Cipta Kerja

Menaker Ida Fauziyah mengklaim pembentukan Perppu Cipta Kerja telah melibatkan semua pemangku kepentingan.


Terpopuler Bisnis: Daftar Biaya-biaya yang Naik Tahun Ini, Perpu Cipta Kerja Menentukan Investasi

23 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Daftar Biaya-biaya yang Naik Tahun Ini, Perpu Cipta Kerja Menentukan Investasi

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Senin kemarin 2 Januari 2023, dimulai dari deretan tarif yang naik pada tahun 2023.


Kadin: Perpu Cipta Kerja Menentukan Dunia Usaha dan Investasi

24 hari lalu

Kadin: Perpu Cipta Kerja Menentukan Dunia Usaha dan Investasi

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menanggapi soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang baru diterbitkan.


Jokowi Cabut PPKM, Bos Kadin: Konsumsi Akan Meningkat, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

27 hari lalu

Jokowi Cabut PPKM, Bos Kadin: Konsumsi Akan Meningkat, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid menyebut baik pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diresmikan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.