Jokowi Sebut Subsidi Perumahan Dorong Kepemilikan Rumah MBR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melihat-lihat pakaian disalah satu toko di Mall Panakukang Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juli 2017. Jokowi menyambangi mal ini setelah menghadiri perayaan Ke-70 Tahun Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Lapangan Karebosi. TEMPO/Iqbal Lubis

    Presiden Jokowi melihat-lihat pakaian disalah satu toko di Mall Panakukang Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juli 2017. Jokowi menyambangi mal ini setelah menghadiri perayaan Ke-70 Tahun Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Lapangan Karebosi. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meninjau proyek penyediaan rumah tapak (landed house) murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Perumahan Pesona Bukit Batuah di Batu Ampar, Balikpapan Timur, Kalimantan Timur, Kamis, 13 Juli 2017. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan program subsidi perumahan sukses mendorong kepemilikan rumah bagi MBR.

    "Untuk masyarakat, saya kira subsidi yang kita berikan sangat membantu," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis.

    Bantuan pemerintah untuk subsidi perumahan hadir mulai fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan, subsidi bantuan uang muka, subsidi selisih bunga, dan bantuan prasarana dan sarana umum. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga melihat langsung penandatangan akad kredit 200 calon penghuni perumahan tersebut.

    Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi bagi MBR memiliki keuntungan, yakni bebas pajak pertambahan nilai, uang muka 1 persen, suku bunga tetap 5 persen, dan dapat dicicil hingga 20 tahun. Angsuran per bulan Perumahan Pesona Bukit Batuah untuk kredit selama 20 tahun sebesar Rp 780 ribu. Meskipun demikian, ada juga masyarakat yang mengambil KPR kurang dari 10 tahun sehingga cicilan per bulannya sekitar Rp 1,3 juta. Semakin pendek jangka waktu KPR, semakin tinggi cicilannya.

    Jokowi mengatakan program ini sangat diminati masyarakat. "Yang pesan tadi saya tanya sudah 2.000, artinya tinggal bangun, karena yang antre sudah banyak. Namun memang baru 500 unit yang diselesaikan dan akan terus ditambah hingga nanti semuanya lebih-kurang 4.000 unit," ujarnya.

    Adapun tipe rumah yang ditawarkan bertipe 36/87 dengan harga per unit rata-rata Rp 128 juta dan tipe 36/ 100 sekitar Rp 135 juta. Menurut Jokowi, perumahan tersebut merupakan rumah tumbuh sehingga ke depan bisa dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya.

    Rata-rata pendapatan calon pembeli adalah masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp 4 juta per bulan.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. Hadir pula Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Syarif Burhanuddin dan Ketua REI Soelaeman Soemawinata.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.