Pemerintah Kebut Proyek Jalan Tol Balikpapan Samarinda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan yang terjebak kemacetan di Tol Cipali arah Jakarta keluar menuju gerbang tol Subang, Jawa Barat, 1 Juli 2017. Kemacetan hingga puluhan kilometer tersebut disebabkan antrean masuk rest area KM 102 dan mobil pemudik yang diparkir di bahu jalan dan diprediksi puncak arus balik terjadi malam ini. ANTARA FOTO

    Kendaraan yang terjebak kemacetan di Tol Cipali arah Jakarta keluar menuju gerbang tol Subang, Jawa Barat, 1 Juli 2017. Kemacetan hingga puluhan kilometer tersebut disebabkan antrean masuk rest area KM 102 dan mobil pemudik yang diparkir di bahu jalan dan diprediksi puncak arus balik terjadi malam ini. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menargetkan proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda rampung pada Desember 2018. Dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pembangunan fisik dan konstruksi sudah mencapai 25 persen. Sedangkan pembebasan lahan mencapai 92 persen.

    "Saya cek lagi proyek pembangunan jalan tol dari Balikpapan ke Samarinda sepanjang 99,2 kilometer," kata Jokowi dalam siaran pers yang diterima Tempo, Kamis, 13 Juli 2017. Jokowi bersama rombongan meninjau lokasi proyek tol di kilometer 13, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur.

    Meski pengerjaan baru 25 persen, tapi kepala negara optimistis ruas jalan tol tersebut bisa rampung sesuai target. Ia pun berharap setelah sampai ke Samarinda, proyek pembangunan jalan tol bisa diteruskan ke Bontang.

    Selain meninjau ruas tol, Presiden Jokowi juga memeriksa proses pengerjaan jembatan Manggar. Jembatan sepanjang 613 meter yang berada di ruas tol itu sudah mencapai 77 persen pengerjaannya. "Hampir selesai," kata dia.

    Selama di Balikpapan, Jokowi tak hanya meninjau ruas jalan tol. Bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, presiden meresmikan pengoperasian Pasar Rakyat Maros Baru.

    Pasar Maros Baru memiliki luas satu hektare. Sejumlah fasilitas yang dimiliki, yaitu 278 unit ruangan, terdiri dari 44 unit kios, 98 lods, 56 lapak kering, dan 40 lapak basah. Lalu ada gedung ruangan pengelola, musholla, toilet, ruang menyusui serta ruangan merekok.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.