Jokowi Sebut Pemindahan Ibu Kota Perlu Perhitungan yang Mendalam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menunggang kuda Sandalwood yang diberikan masyarakat Sumba di Kota Waetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, 12 Juli 2017. Festival Tenun Ikat dihadiri 2017 penenun dari seluruh daratan pulau Sumba. ANTARA/Kornelis Kaha

    Presiden Jokowi menunggang kuda Sandalwood yang diberikan masyarakat Sumba di Kota Waetabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, 12 Juli 2017. Festival Tenun Ikat dihadiri 2017 penenun dari seluruh daratan pulau Sumba. ANTARA/Kornelis Kaha

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah masih mengkaji wacana pemindahan ibu kota negara. Presiden Joko Widodo mengatakan pemindahan ibu kota memerlukan hitungan mendalam dari berbagai aspek. Karena itu, pemerintah tidak bisa secepatnya memutuskan.

    Baca: Alasan Jakarta Tak Lagi Layak Jadi Ibu Kota Negara 

    "Sudah disampaikan Gubernur Kalimantan Timur mengenai ibu kota. Saya tidak mau menyinggung itu dulu karena masih kajian," kata Presiden Jokowi dalam siaran pers yang diterima Tempo, Kamis, 13 Juli 2017. Menurut dia, kajian itu meliputi aspek sosial-politik, infrastruktur, dan perekonomian.

    Jokowi menyatakan ada dampak positif dari pemindahan ibu kota negara. Berkaca dari beberapa negara, pemisahan antara bisnis dan pemerintahan mendorong aktivitas keseharian berjalan baik. 

    Sejauh ini, ucap Jokowi, ada tiga provinsi yang tengah dikaji. Namun Presiden enggan menyebutkan tiga provinsi itu. Pemerintah sengaja tidak mempublikasikan tiga provinsi yang sedang dikaji menjadi lokasi ibu kota baru. Hal itu dilakukan agar harga tanah tidak melambung tinggi akibat aksi para spekulan.

    "Tidak saya buka. Kalau saya buka di Kalimantan Timur, misalnya di Bureu, nanti semua orang beli tanah di sana. Harga tanah langsung melambung," ucap Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah di Balikpapan International Convention Center, Kalimantan Timur.

    Baca: Pemindahan Ibu Kota, Kenapa Gubernur Ini Yakin Kaltim Lebih Siap?

    Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyatakan siap memfasilitasi kebutuhan lahan pemerintah pusat untuk mempersiapkan ibu kota yang baru. Ia menyebutkan saat ini Kalimantan Timur telah memiliki sejumlah infrastruktur strategis, seperti bandara, pelabuhan internasional, jalan tol, dan pasokan listrik yang mencukupi. "Berapa pun besar lahan yang dibutuhkan, kami siap untuk fasilitasi," ujarnya. 

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.