Target Dirjen Bea Cukai dari Penertiban Impor Berisiko Tinggi

Reporter

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi (kiri) dan Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo melakukan simulasi pembayaran cukai online di Jakarta, 26 Mei 2017. Dengan kerja sama tersebut masyarakat akan dapat melakukan pembayaran cukai, pajak ekspor dan impor lewat jaringan perbankan Mandiri. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi berujar penertiban impor berisiko tinggi akan memberi kepastian bagi industri dalam negeri, perdagangan, dan penerimaan. Dengan penertiban itu, importir akan lebih transparan mengenai harga produknya.

"Ke depan, dengan sinergi, target kami adalah semua transaksi harga yang memang terjadi itu yang harus diberitahukan. Tidak ada under valuation, tidak ada grouping," ujar Heru di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta, Rabu, 12 Juli 2017.

Simak: Bea Cukai Jawa Tengah Gagalkan Penyelundupan Sabu-sabu

Dengan transparansi itu, menurut Heru, industri dalam negeri akan memiliki ruang yang lebih besar untuk masuk ke pasar. "Tadinya, mereka harus bersaing dengan barang yang melanggar sehingga harga jual lebih murah. Sekarang mereka bisa bersaing dengan lebih fair," tuturnya.

Melalui momentum penertiban impor berisiko tinggi tersebut, Heru mengatakan, pemerintah akan mendorong industri dalam negeri untuk meningkatkan produksinya. "Supaya pasar yang tadinya diisi oleh barang yang under valuation kemudian diisi dengan produk domestik," katanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menertibkan impor berisiko tinggi, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kantor Staf Kepresidenan, Polri, TNI, Kejaksaan Agung, KPK, dan PPATK.

Menurut Sri Mulyani, penertiban impor berisiko tinggi harus melibatkan seluruh stakeholder terkait. Selama ini, kata Sri Mulyani, penyelundupan barang-barang impor kerap melibatkan para pelaku yang berada di berbagai kementerian dan lembaga. 

ANGELINA ANJAR SAWITRI






Mengenal Apa Itu Ekspor Impor, Tujuan, dan Contohnya

1 jam lalu

Mengenal Apa Itu Ekspor Impor, Tujuan, dan Contohnya

Untuk menjaga perekonomian suatu negara, kegiatan ekspor dan impor perlu terus dilakukan. Tak terkecuali Indonesia. Ini penjelasan soal ekspor impor.


Buwas Sebut Butuh 100 Ribu Ton Gula Kristal Putih Menjelang Ramadan: Bulog Tak Dapat Kuota Impor

1 hari lalu

Buwas Sebut Butuh 100 Ribu Ton Gula Kristal Putih Menjelang Ramadan: Bulog Tak Dapat Kuota Impor

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mengaku pihaknya tak mendapat kuota impor gula konsumsi atau gula kristal putih sama sekali.


Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

9 hari lalu

Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

Ridwan Kamil mengatakan dengan adanya kenaikan harga beras, pihaknya akan melakukan intervensi ke pasar.


Sandiaga Minta Para Pelaku Thrifting Menjual Pakaian Bekas Buatan Dalam Negeri

17 hari lalu

Sandiaga Minta Para Pelaku Thrifting Menjual Pakaian Bekas Buatan Dalam Negeri

Sandiaga Uno menginginkan tren thrifting memperluas pasar pakaian bekas buatan dalam negeri. Bukan jadi pasar pakaian bekas impor.


Ada Potensi Defisit Beras, Bulog: Kalau Soal Pangan Kita Jangan Alergi Sama Impor

17 hari lalu

Ada Potensi Defisit Beras, Bulog: Kalau Soal Pangan Kita Jangan Alergi Sama Impor

Bapanas berencana menaikkan target penyerapan beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP) dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.


Harga Beras Merangkak Naik Pasca Impor

17 hari lalu

Harga Beras Merangkak Naik Pasca Impor

Harga beras di pasar tradisional di berbagai daerah terus merangkak naik di tengah impor beras yang dilakukan Perum Bulog.


Impor Beras Terlambat Datang, Ini Penjelasan Bos Bulog

17 hari lalu

Impor Beras Terlambat Datang, Ini Penjelasan Bos Bulog

Budi Waseso yakin Bulog dapat menyelesaikan seluruh penugasan impor beras sebanyak 500 ribu ton hingga pertengahan Februari 2023.


Bos Bulog Ungkap Penyebab Keterlambatan Impor Kedelai

17 hari lalu

Bos Bulog Ungkap Penyebab Keterlambatan Impor Kedelai

Direktur Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas membeberkan penyebab kedelai impor terlambat datang.


Mendag Minta Impor Beras Ditutup Akhir Januari, Bos Bulog: Yang Tanggung Jawab Bukan Saya

17 hari lalu

Mendag Minta Impor Beras Ditutup Akhir Januari, Bos Bulog: Yang Tanggung Jawab Bukan Saya

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas buka suara soal perintah Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan untuk menutup keran impor pada akhir Januari.


Data Produksi Beras Kementan Diragukan, DPR: Surplus Terus Kok Impor

18 hari lalu

Data Produksi Beras Kementan Diragukan, DPR: Surplus Terus Kok Impor

Data Kementerian Pertanian mengenai produksi beras yang surplus diragukan Dewan Perwakilan Rakyat sebab Indonesia masih impor