Diprediksi Berada di Zona Hijau, IHSG Dibuka Melemah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, 31 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,03 persen atau 1,85 poin di level 5.771,47 pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 12 Juli 2017. Namun sejumlah analis memprediksi IHSG akan berada di zona hijau.

    Dalam prediksinya, Indosurya Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat dengan sentimen positif dari rilis consumer confidence. Kepala Riset William Surya Wijaya mengungkapkan IHSG akan bergerak di level 5.747-5.852.

    Dia mengatakan IHSG terlihat masih bergerak dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi penguatan yang masih terlihat cukup besar, mengingat dalam rentang jangka panjang IHSG terlihat nyaman berada dalam jalur uptrend.

    Adapun rilis data perekonomian tentang consumer confidence yang diprediksi ada peningkatan akan menjadi salah satu sentimen positif terhadap pergerakan IHSG jangka pendek. "Hari ini, IHSG berpotensi menguat," katanya dalam riset.

    Binaartha Securities memprediksi indeks hari ini akan berpeluang bullish dengan menuju level support di area 5783 dan 5793. Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG ditutup menguat tipis 0.03 persen di level 5773.326 pada 11 Juli 2017.

    Reliance Securities memprediksi, secara teknikal, IHSG tertahan pada support MA25 dengan indikasi positif mulai terlihat. Analis Lanjar Nafi mengatakan indikator stochastic telah tiba pada area jenuh jual. Meskipun demikian, IHSG masih berpeluang break out MA25 karena kedekatannya dengan MA50 dan Lower Bollinger Bands pada kisaran level 5720.

    "Sehingga IHSG diperkirakan akan bergerak mixed, tetap mencoba menguat pada range 5720-5825," ujarnya dalam riset.

    Saham-saham yang dapat diperhatikan di antaranya AKRA, BBTN, BDMN, EXCL, GJTL, JSMR, SMRA, LPPF, dan MEDC.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.