Perang di Twitter, Muncul Tagar Ganti Menteri Susi Pudjiastuti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri Festival Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang dilaksanakan TNI AL di Dermaga Kolinlamil, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 22 Mei 2017. Tempo/Aghniadi

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri Festival Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang dilaksanakan TNI AL di Dermaga Kolinlamil, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 22 Mei 2017. Tempo/Aghniadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan setiap tahun ada desakan agar dia diganti dari jabatan sebagai menteri. Susi melontarkan ini menanggapi atas munculnya tagar #gantimenterisusi yang tengah ramai di media sosial.

    Beberapa jam kemudian muncul tagar tandingan, yaitu #standforsusi. Tagar ini muncul seolah menandingi popularitas tagar #gantimenterisusi di media sosial Twitter. "Tiap tahun Menteri Susi maunya (pihak lain) diganti," kata Susi Pudjiastuti saat ditemui di ruang rapat Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2017.

    Baca: Menteri Susi Sebut Ada Modus Baru Transhipment Ilegal

    Susi menjelaskan, pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden. Jika ada orang yang tidak suka, sebaiknya mengatakan langsung kepada Presiden Joko Widodo yang mengangkatnya menjadi menteri. "Tapi jangan mendeskreditkan kinerja kami."

    Ketika ditanyakan soal adanya permintaan agar dia berganti posisi kementerian, Susi hanya menjawab tidak tahu soal itu. Susi mengaku hanya salah seorang pembantu Presiden. "Itu harus tanya Presiden," ujarnya.

    Baca: Sering Didemo Nelayan, Menteri Susi: Sudah Biasa

    Tagar #gantimenterisusi sempat menjadi trending topic di jagat Twitter. Hal ini terkait dengan unjuk rasa sejumlah nelayan yang menginginkan Menteri Susi Pudjiastuti diganti karena adanya kebijakannya yang dianggap tidak pro nelayan.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.