Bank Syariah Mandiri Raih Islamic Bank of the Year 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Distribution and Services BSM, Edwin Dwidjajanto menerima penghargaan the Triple A Finance Islamic Awards dari Editor the Asset, Chito Santiago di Kuala Lumpur, 11 Juli 2017. TEMPO/Charisma Adristy

    Direktur Distribution and Services BSM, Edwin Dwidjajanto menerima penghargaan the Triple A Finance Islamic Awards dari Editor the Asset, Chito Santiago di Kuala Lumpur, 11 Juli 2017. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Syariah Mandiri (BSM) meraih tiga penghargaan dari The Asset, sebuah lembaga riset dan penerbitan yang berbasis di Hong Kong. Ketiga penghargaan itu adalah Islamic Bank of the Year 2016, Best Islamic Retail Bank Indonesia, dan Best Islamic Trade Finance Bank.

    Penghargaan diterima Direktur Distribution and Services BSM Edwin Dwidjajanto untuk kategori the Triple A Finance Islamic Awards dari Editor The Asset, Chito Santiago, di Kuala Lumpur, Selasa, 11 Juli 2017.

    “BSM telah menerima penghargaan ini untuk ketujuh kali sejak 2011,” ujar Corporate Secretary Bank Syariah Mandiri Dharmawan P. Hadad dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 Juli 2017.

    Simak: Jasa Marga Raup Rp 1 Triliun dari Bank Syariah Mandiri

    Bank yang merupakan anak usaha Bank Mandiri itu kini memiliki 765 outlet di seluruh Indonesia dengan aset hingga Juni 2017 mencapai Rp 81 triliun. Sepanjang tahun lalu, BSM telah mencatatkan perolehan laba Rp 325,4 miliar. Angka itu naik 12,38 persen dibanding 2015 sebesar Rp 289,6 miliar.

    Adapun perolehan laba Bank Syariah Mandiri ditopang perbaikan dari berbagai aspek, termasuk peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) serta perbaikan kredit. Dari sisi kualitas, aktiva produktif perseroan mencatatkan perbaikan NPF (gross), dari semula 6,1 persen per Desember 2015 menjadi 4,9 persen per Desember 2016. NPF (nett) juga turun dari 4,1 persen per Desember 2015 menjadi 3,1 persen pada akhir tahun lalu.

    GHOIDA RAHMAH | CHADISTRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?