Jokowi Minta Vietnam Perangi Pencurian Ikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat tiba dalam acara KTT G20 di Hangzhou Exhibition Center, Hangzhou, Cina, September 4, 2016. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi pembicara utama sesi 2 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. REUTERS/Etienne Oliveau/Pool

    Presiden Joko Widodo saat tiba dalam acara KTT G20 di Hangzhou Exhibition Center, Hangzhou, Cina, September 4, 2016. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi pembicara utama sesi 2 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. REUTERS/Etienne Oliveau/Pool

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo berharap Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc membantu Indonesia memerangi pencurian ikan di perairan Tanah Air. Dalam pertemuannya bersama Nguyen, Jokowi juga berharap perundingan delimitasi wilayah dan zona ekonomi eksklusif Indonesia bisa segera rampung.

    "Indonesia mengharapkan kerja sama Vietnam untuk memberantas illegal, unreported, and unregulated fishing. Saya mendorong agar suatu provisional agreement untuk wilayah klaim tumpang-tindih dapat dibuat sesuai dengan UNCLOS 1982," ujar Presiden dalam pertemuannya di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) G20, sebagaimana termuat di situs Setkab.go.id.

    Jokowi mengatakan pencurian ikan merugikan Indonesia. Berdasarkan catatan Kementerian Kelautan dan Perikanan, pencurian masih terjadi di Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Cina Selatan lantaran 2.500 kapal asing masih menangkap ikan tanpa izin. Akibatnya, potensi perikanan Indonesia berkurang hingga 376.215 ton. 

    Baca: 
    Susi: Kapal Pemburu Harta Karun Diproses Hukum Polisi dan TNI AL
    Di Eropa, Susi Pudjiastuti Beberkan Rahasia Atasi Pencurian Ikan

    Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Syarief Widjaja mengatakan sebagian besar kapal asing yang beroperasi di wilayah tersebut berasal dari Vietnam. "Sebagian besar berasal dari Vietnam. Banyak pencuri ini menggunakan kapal perorangan," tuturnya.

    Potensi perikanan turut berkurang di daerah sekitar Selat Malaka dan Laut Andaman (WPP 571). Potensi perikanan di area ini turun 58.970 ton. Penurunan potensi, kata Syarief, terjadi lantaran masih banyak kapal nelayan Thailand dan Malaysia yang mencuri ikan. Bahkan kapal ini beroperasi hingga wilayah pantai barat Sumatera. Berkurangnya potensi produksi juga disebabkan oleh masih maraknya penggunaan cantrang oleh nelayan di pantai utara Sumatera, seperti Sibolga.

    Kementerian Kelautan berjanji bakal terus menekan angka pencurian ikan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Syarief menuturkan pengawasan juga digelar bersama kepolisian dan TNI Angkatan Laut. Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti mengatakan pemberantasan pencurian ikan membutuhkan kerja sama antarnegara, termasuk Vietnam. "Illegal fishing tidak akan selesai. Tangkap sini, lalu mereka geser sana. Tangkap di sana, mereka lari ke mana. Namanya juga pencuri," ujar Susi.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.