Persepsi Negatif Tentukan Pergerakan Kurs Rupiah Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi masih rentan melemah pada perdagangan hari ini. Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan laju rupiah masih rentan melemah.

    Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran support Rp 13.442 dan resisten Rp 13.369 hari ini. Reza mengatakan potensi pelemahan disebabkan belum adanya sentimen positif pendorong laju rupiah.

    Menurut dia, harapan bagi penguatan hari ini lebih dipengaruhi sentimen global. "Pergerakan sejumlah mata uang Asia yang bisa kompak menguat serta dibarengi penurunan imbal hasil obligasi global kemungkinan dapat memberikan harapan pada Rupiah untuk terjadinya pembalikan arah," ujarnya seperti dilansir keterangan tertulis, Senin, 10 Juli 2017.

    Di akhir pekan lalu, rupiah berada di teritori negatif meski laju dolar Amerika melemah. Reza mengatakan belum ada sinyal yang positif signifikan untuk mengangkat rupiah membuat pergerakannya cenderung melemah.

    Kekhawatiran pasar terhadap defisit anggaran yang semakin melebar memunculkan persepsi negatif terhadap rupiah. Dalam nota keuangan yang disampaikan pemerintah kepada DPR, pemerintah mematok defisit anggaran dalam RAPBN-P 2017 mencapai Rp 397,2 triliun atau 2,92 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Nilainya meningkat dari target defisit dalam APBN 2017 yaitu 2,41 persen dari PDB.

    Dengan hitungan defisit baru, surat utang yang akan diterbitkan pemerintah bisa mencapai Rp 433 triliun sampai Rp 467,3 triliun. Nilainya lebih tinggi Rp 33 triliun-Rp 67,3 triliun dibandingkan target yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2017 yaitu sebesar Rp 400 triliun dengan asumsi ada penghematan alamiah.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.