Cegah Kecelakaan Lebaran, Menhub Gagas Penyewaan Motor di Desa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik yang menggunakan becak sepeda motor dengan 6 penumpang melintas di jalur lintas nasional Medan-Aceh, 29 Juni 2017. Pengendara becak yang telah dimodifikasi ini sering membawa banyak penumpang dan dapat membahayakan. ANTARA/Rahmad

    Pemudik yang menggunakan becak sepeda motor dengan 6 penumpang melintas di jalur lintas nasional Medan-Aceh, 29 Juni 2017. Pengendara becak yang telah dimodifikasi ini sering membawa banyak penumpang dan dapat membahayakan. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggagas rencana penyewaan motor di desa untuk mencegah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor saat pemudik kembali ke kampung halaman pada musim Lebaran.

    Baca: Arus Mudik Pantura Naik 470 Persen, Sepeda Motor Merajai

    Budi menilai sepeda motor menjadi kendaraan favorit masyarakat saat mudik salah satunya karena angkutan penghubung di desa atau kabupaten mereka tidak tersedia.

    "Kalau angkutan umum murah dan baik, pasti masyarakat akan pindah. Mungkin motor kita sediakan mudik gratis, lalu kita sewakan motor di desa-desanya. Bisa kerja sama dengan Astra dan sebagainya," katanya dalam acara diskusi di kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Juli 2017.

    Menurut Budi, sepeda motor sebagai transportasi mudik masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah Kementerian Perhubungan karena tingkat keselamatan kendaraan tersebut tidak bisa dipastikan.

    Menurut data Korps Lalu Lintas, sepeda motor menjadi penyumbang kendaraan terlibat kecelakaan lalu lintas pada musim mudik dari tahun ke tahun, yakni 5.974 korban pada 2016 dan 4.346 korban pada 2017.

    Kementerian Perhubungan mencatat, pada mudik tahun ini, angkutan sepeda motor naik hingga 20 persen. Karena itu, kendaraan roda dua akan diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas.

    Selain itu, Kementerian Perhubungan berencana mengeluarkan undang-undang yang mengatur transportasi antarmoda sehingga pemudik dapat terhubung dengan akses jalan nasional, provinsi, bahkan hingga ke desa sehingga pemudik tidak perlu membawa sepeda motor sebagai transportasi mereka di kampung halaman.

    Budi selaku Koordinator Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 menambahkan, mudik tahun ini bisa berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya karena perencanaan dan persiapan lintas sektoral yang lebih matang.

    "Bagi kita, memang Bapak Presiden secara khusus memerintahkan kami dalam rapat terbatas untuk melaksanakan kegiatan mudik Lebaran lebih baik dan tidak melaksanakan dengan ego sektoral. Dan ini yang membuat kami semangat, kompak, dan melakukan kegiatan dengan bahu-membahu," ucapnya.

    Baca: Bahaya Mudik dengan Sepeda Motor, DPR Berniat ...

    Sejak awal tahun, pemerintah sudah melakukan perencanaan, pengecekan kesiapan infrastruktur jalan, penyiapan manajemen, dan rekayasa lalu lintas operasional di lapangan. Selain itu, pengecekan kesiapan sarana angkutan, penyiapan fasilitas pendukung, seperti rest area, pos kesehatan, ketersediaan bahan bakar minyak, hingga sosialisasi jalur utama dan jalur alternatif.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.