Menteri Darmin Bahas Outlook 2017 dan Pelebaran Defisit APBN-P

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution (kanan), bersama Menteri Keuangan Agus Martowardojo. TEMPO/Imam Sukamto

    Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution (kanan), bersama Menteri Keuangan Agus Martowardojo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan Outlook Perekonomian dalam pembahasan asumsi dasar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.

    "Garis besarnya pertama adalah outlook ekonomi kita akan terjadi perbaikan walaupun tidak besar," ujarnya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Juli 2017.

    Baca juga: Darmin Laporkan Pertanggungjawaban APBN 2016 ke DPR

    Hal itu sejalan dengan perbaikan perekonomian dan perdagangan global. Salah satunya dari sisi domestik adalah mulai kembalinya kinerja positif ekspor-impor, sebagai motor penggerak ekonomi sehingga semakin seimbang. "Sekarang konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor-impor, semua naik. Jadi pemerintah perkirakan adanya perbaikan tahun ini," ucapnya.

    Darmin melanjutkan, dari sisi realisasi APBN tahun ini baik penerimaan maupun belanja masih perlu perhatian khusus. Untuk penerimaan dari pajak misalnya, pasca program pengampunan pajak atau tax amnesty berlangsung, perbaikan data perpajakan Indonesia belum sepenuhnya terasa dampaknya pada penerimaan tahun ini.

    "Kan yang diperlukan seperti reformasi IT-nya, nah itu masih belum jalan perbaikannya, saat ini masih dalam tahap pengadaan," ucapnya. Sehingga, menurut dia dibutuhkan waktu setahun atau dua tahun ke depan hingga dampak terhadap peningkatan penerimaan pajak mulai terasa.

    Simak pula: Sri Mulyani Pantau Pencapaian APBN Semester I 2017

    "Sehingga, kalau kita lihat di fiskalnya sendiri, di pengeluaran dan penerimaannya, secara absolut masih ada kenaikan," katanya.

    Darmin menekankan untuk belanja, pemerintah kembali melakukan efisiensi namun tidak dalam bentuk pemotongan anggaran belanja seperti tahun lalu. "Maksudnya pengeluaran belanja barang yang tidak terlalu perlu. Belanja barang tuh bukan cuma barang, bisa juga rapat, perjalanan dinas, dan macam-macam." Efisiensi itu dilakukan untuk dapat memperbaiki dan merealokasikan anggaran untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.

    Darmin dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR hari ini juga menyampaikan adanya kemungkinan pelebaran defisit menjadi 2,67 persen. Hal itu dihitung berdasarkan kemampuan realisasi APBN di semester satu 2017.

    Lihat juga: Temui Presiden, Sri Mulyani Bahas APBN

    "Kami meyakini realisasinya bukan 100 persen anggaran itu, antara 96-97 persen, nah kalau dipakai outlook yang 3 persenan tidak akan terealisasikan, maka angkanya 2,67 persen," ucapnya.

    Terkait dengan target penerimaan pajak tahun 2017 yang turun dari tahun lalu, Darmin optimistis tetap dapat tercapai. "Kami sudah perhitungkan, kalau meleset berapa sih melesetnya, realisasinya masih lumayan tinggi lah."

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.