Fokus Bappenas Seiring Penyelesaian Kajian Pemindahan Ibu Kota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Brodjonegoro. antaranews.com

    Bambang Brodjonegoro. antaranews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya melakukan sejumlah persiapan untuk rencana pemindahan ibu kota.

    "Ya ada persiapan fisik tapi akan lebih banyak persiapan misalkan landasan hukum, persoalan detil desain kota, dan segala macam," ujarnya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Juli 2017.

    Baca: Pemindahan Ibu Kota Tak Perlu Komunikasi dengan Pemprov DKI

    Deputi Pengembangan Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Arifin Rudiyanto menuturkan kajian yang saat ini dilakukan berfokus pada kerangka kelembagaan, regulasi, dan investasi. Dia menyebutkan kajian awal tentang pemindahan ibu kota ini akan selesai akhir tahun nanti.

    "Jadi skema belum bisa dibicarakan sekarang, nanti Desember."

    Rudi menjelaskan proses yang dilakukan cukup panjang. Pertama adalah menentukan variabel baru di calon ibu kota baru, seperti mencakup kriteria fisik lingkungan, keamanan, dan ketersediaan lahan.

    "Banyak variabelnya, itu harus disiapkan dulu setelah itu diputuskan secara politik," ucapnya.

    Setelah diputuskan baru memasuki tahap persiapan, penyiapan lahan, skema pendanaan, hingga tahap pelaksanaan. Namun terkait hitungan pendanaan, Rudi mengatakan masih belum diketahui pasti.

    "Belum tahu ya, ini kami hati-hati."

    Baca: Pemindahan Ibu Kota akan Libatkan Sektor Swasta

    Rudi menambahkan pihaknya juga bercermin dan mempelajari perpindahan ibu kota di negara lain, seperti di Australia, Brazil, dan Kazakhstan. "Kami mempelajari semua apa saja yang mereka perhatikan," katanya.

    Kriteria ibu kota yang dituju, kata dia, juga tengah dikaji oleh lintas kementerian, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Lingkungan Hiduo dan Kehutanan.

    "Yang pasti seperti apa lahannya, apakah airnya cukup, apakah aman dari bencana alam atau buatan," ucapnya.

    Rudi melanjutkan sejauh ini belum ada calon daerah yang dibidik menjadi tujuan calon ibukota baru. Tetapi, dia memastikan lokasi daerah berada di luar Pulau Jawa, sesuai dengan misi pemerintah. "Sekaligus untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia tidak hanya Jawa."

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.