Cari Dana Segar Rp 10 Triliun, Waskita Karya Divestasi Tol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT. Waskitakarya (Persero) Tbk. M. Choliq. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Direktur Utama PT. Waskitakarya (Persero) Tbk. M. Choliq. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan infrastruktur milik BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana untuk melakukan divestasi saham di beberapa tol yang dibangun oleh emiten berkode WSKT itu.

    Direktur Waskita M. Choliq mengatakan, hal itu dilakukan untuk memperoleh dana segar hingga mencapai Rp 10 triliun, karena perusahaannya masih tak ingin untuk meng-go public kan salah satu anak usahanya Tp Waskita Toll road, sehingga harus mencari pendanaan yang lain.

    “Enggak IPO, tapi kami melakukan divestasi, Jadi yang dilakukan adalah tol-tol kami tawarkan. Prinsipnya semuanya, karena kan namanya transaksi,” tutur M. Choliq saat ditemui di Kementerian PUPR, Kamis, 6 Juli 2017.

    Simak: Laba Bersih Waskita Karya Melonjak 219,39 Persen

    Choliq menuturkan, untuk tahun ini pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 7-10 triliun dan cara itu akan ditempuh melalui divestasi tol. Masa penawaran akan berlangsung sampai 15 Agustus dan pembayaran paling lambat dilakukan pada 15 September. “Semua ruas, minor maupun mayor, investor suka yang mana kami lepas. Tanggal 15 Agustus mulai masukin tender,” kata Choliq.

    Adapun saat ini total investasi jalan tol yang dimiliki oleh Waskita sepanjang 1.280 kilometer, dan seluruhnya ditargetkan selesai semua di 2019. Choliq mengaku, semua proyek tersebut tak ada yang didahulukan, karena semuanya merupakan proyek prioritas perusahaan.

    Tiga tol yang rencananya akan dilepas saham minoritasnya dalam waktu dekat adalah jalan tol yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yakni ruas tol Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Batang Semarang. Perseroan memiliki ruas Solo-Ngawi melalui PT Solo Ngawi Jaya, lewat anak usahanya PT Waskita Toll Road sebesar 40 persen saham. Selain itu Waskita Toll Road juga memiliki saham masing-masing 40 persen di ruas tol melalui PT Ngawi Kertosono Jaya dan PT Jasamarga Semarang Batang.

    “Semakin cepat dilepas semakin baik. Supaya bisa dapat duit untuk bangun tol baru lagi,” kata Choliq.

    Adapun saham yang rencananya akan ditawarkan pada masa tender itu antara lain saham yang dimiliki perseroan dengan porsi mayoritas di PT Semesta Marga Raya (ruas Kanci-Pejagan) dengan kepemilikan 77,69 persen, serta PT Pejagan Pemalang Toll Road (ruas Pejagan-Pemalang) dengan kepemilikan 99 persen.

    Lalu saham Waskita di PT Transjawa Paspro Jalan Tol (ruas Pasuruan-Probolinggo) dengan kepemilikan 80 persen dan saham PT Pemalang Batang Toll Road (ruas Pemalang-Batang) dengan kepemilikan 60 persen.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.