Serapan Anggaran Semester I Kemenhub Baru 27,12 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan realisasi anggaran 2017 sampai semester I baru sebesar 27,12 persen. Ia menambahkan angka ini masih lebih baik dari realisasi semester I 2016 yang berada pada kisaran 22,19 persen.

    "Sementara target realisasi dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) adalah 24,84 persen," kata Budi Karya saat ditemui di ruang rapat Komisi V DPR, Jakarta, Rabu, 5 Juli 2017.

    Budi Karya menuturkan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mencapai target realisasi anggaran 2017 yang sebesar 92 persen. Langkah tersebut seperti mendorong lelang tak mengikat dengan nilai Rp 7,07 triliun atau sebesar 20,4 persen dari nilai kegiatan yang dikontrakkan.

    Baca: Kemenhub Genjot Serapan 90 Persen APBN 2017

    Selain itu, Kemenhub juga melakukan optimalisasi dan realokasi anggaran untuk kegiatan seperti angkutan mudik gratis Lebaran 2017. Kemudian juga kegiatan seperti pengoperasian long distance ferry untuk mengurangi kepadatan lalu lintas angkutan barang.

    Budi Karya menjelaskan kegiatan optimalisasi dan realokasi anggaran yang juga dilakukannya adalah pengadaan kapal pelayaran rakyat, dan pergeseran pembangunan bandara dari wilayah pesisir ke daerah pegunungan di Papua.

    Simak: Serapan Anggaran DKI Jakarta Dinilai Tak Optimal

    Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II ini juga mengungkapkan adanya penurunan posisi Indonesia dalam logistic performance index atau LPI. Diketahui saat 2014, Indonesia berada pada posisi 53 dan melorot ke posisi 63 pada 2016 dari 160 negara.

    Posisi Indonesia dalam LPI berada di bawah Singapura yang berada di peringkat kelima, Thailand yang berada di peringkat 45 dan Malaysia yang berada di peringkat 32. Sementara kontribusi sektor transportasi terhadap PDB pada 2016 sebesar 5,18 persen.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?