Kotak Hitam Helikopter Basarnas Dibawa ke Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil TNI dan Basarnas bersiap melepas 8 jenasah korban jatuhnya helikopter Basarnas di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, 3 Juli 2017. 4 jenasah TNI AL dan 4 rescuer Basarnas diberangkatkan dengan 2 pesawat Hercules dan 5 mobil Ambulan untuk disemayamkan dirumah duka. Tempo/Budi Purwanto

    Personil TNI dan Basarnas bersiap melepas 8 jenasah korban jatuhnya helikopter Basarnas di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, 3 Juli 2017. 4 jenasah TNI AL dan 4 rescuer Basarnas diberangkatkan dengan 2 pesawat Hercules dan 5 mobil Ambulan untuk disemayamkan dirumah duka. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.COJakarta - Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan hari ini kotak hitam (black box) helikopter Badan SAR Nasional (Basarnas) yang mengalami kecelakaan di Temanggung akan dibawa ke Jakarta. 

    KNKT selanjutnya akan membantu Basarnas dan TNI AL mengkaji dan mengidentifikasi kotak hitam tersebut. “Data yang kami terima, yang kami ketahui, nanti kami serahkan ke Basarnas. KNKT hanya memberi support ke mereka, hasil investigasi tetap di Basarnas,” tutur Soerjanto saat dihubungi Tempo, Selasa, 4 Juli 2017.

    Dalam proses identifikasi itu, kata Soerjanto, KNKT akan terlebih dahulu mengunduh data yang terdapat di dalam black box, kemudian dibaca dan diverifikasi hasilnya. Karena ada kemungkinan black box akan tiba pada sore hari ini, terlebih dahulu KNKT akan mengidentifikasi suara yang terekam di dalam black box

    “Kami akan ke suaranya dulu, butuh sekitar sehari sampai dua hari. Setelah itu baru data penerbangannya kami download juga. Prosesnya lima hari kalau kondisinya masih bagus,” kata Soerjanto.

    Namun, jika pada unit black box terdapat kerusakan, prosesnya akan lebih panjang, yakni bertambah sekitar tiga hari, karena unit data yang terekam harus dipindah ke unit yang baru. 

    Soerjanto menambahkan, tim KNKT juga masih melakukan pendalaman terhadap penyebab jatuhnya pesawat dengan mendatangi penduduk sekitar untuk diwawancarai tentang apa yang mereka lihat di situasi terakhir saat helikopter terjatuh. KNKT juga memberi arahan kepada Basarnas yang ada di sana. “Untuk engine, kami sedang memberikan asistensi dan pendampingan di sana,” ucapnya.

    Helikopter Basarnas terjatuh pada Ahad, 2 Juli 2017, pukul 16.00 di Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung. Pesawat itu diawaki empat kru dan empat personel tim rescue andalan Basarnas dan TNI yang bertugas menuju lokasi letupan Kawah Sileri, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, untuk melakukan evakuasi. 

    Delapan korban jiwa dalam peristiwa tersebut adalah Catur Bambang Sulistyo (Basarnas), Budi Resti (Basarnas), Kapten Iin Solikin (TNI Angkatan Laut), M. Affandi (Basarnas), Serka Hari Marsono (TNI Angkatan Laut), Peltu Budi Santoso (TNI Angkatan Laut), Nyoto Purwanto (Basarnas), dan Kapten Haryanto (TNI Angkatan Laut). 

    DESTRIANITA

    Video Terkait:
    Suasana Duka Selimuti Pelepasan 8 Jenazah Korban Jatuhnya Helikopter Basarnas




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.