Menhub: Arus Mudik dan Balik Tahun Ini Berjalan Baik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 2 Juli 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 2 Juli 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan baik. Ia mengapresiasi semua pihak yang terlibat melancarkan jalannya momen tersebut.

    Budi mengatakan meningkatnya penerbangan udara lebih dari 10 persen dibanding tahun lalu menjadi salah satu indikator momen mudik berjalan baik. Kenaikan tersebut menunjukkan kemampuan operator dan ekonomi masyarakat juga meningkat.

    "Ini menjadi indikator yang baik. Bukan saja keberhasilan kurangnya delay, melainkan pertumbuhan ekonomi baik," ujarnya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 3 Juli 2017.

    Baca: Menteri Budi Karya Apresiasi Keberhasilan Arus Mudik

    Indikasi lainnya terlihat dari permintaan akan perjalanan kereta api. Dia mengatakan tiket selalu habis terjual. Budi pun berencana meningkatkan kapasitas hingga tiga kali lipat dengan mengembangkan kereta Jakarta-Surabaya.

    Budi mengatakan angka kecelakaan pun menurun. "Enggak sampai 60 persen tahun ini," katanya. Kecelakaan terbanyak terjadi di darat.

    Meski begitu, ia memiliki beberapa catatan. Di sektor darat, tempat istirahat di sepanjang jalur mudik perlu diperbanyak. Budi mengatakan setiap tempat istirahat bisa dirancang dengan menghadirkan cluster tertentu. "Cluster telor asin di Brebes atau di Cirebon bisa buat empal gentong," katanya. Selain untuk istirahat, lokasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan kearifan lokal.

    Simak: Evaluasi Angkutan Lebaran, Menteri Budi: Masih Ada yang Tak Layak

    Transportasi di sektor laut masih belum maksimal. Pemerintah akan berfokus ke pelayaran logistik jarak pendek. Kemarin, pemerintah baru menjalankan test case Jakarta-Semarang dengan tingkat kapasitas 80 persen dari 20 ribu. "Layanan ini tahun depan bisa digunakan lagi," katanya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.