Ramadan dan Idul Fitri, Konsumsi Elpiji Meningkat 4 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah meneta gas ukuran 3 kg di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, 31 Mei 2017. Berdasarkan estimasi, konsumsi dan penyaluran LPG selama bulan Ramadan akan meningkat sebesar 8 persen. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah meneta gas ukuran 3 kg di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, 31 Mei 2017. Berdasarkan estimasi, konsumsi dan penyaluran LPG selama bulan Ramadan akan meningkat sebesar 8 persen. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan konsumsi elpiji (LPG, liquid petroleum gas) mengalami kenaikan 4 persen di masa Ramadan dan Idul Fitri 2017 dibandingkan situasi normal. Penjualan elpiji mencapai 23.105 metrik ton pada waktu tersebut.

    "Bahkan dibandingkan dengan tahun sebelumnya konsumsi LPG lebih naik hingga 10 persen," kata Adiatma dalam keterangan tertulisnya, Senin, 3 Juli 2017.

    Simak: Lebaran, Konsumsi BBM di Jawa Timur Naik 24 Persen

    Adiatma menuturkan konsumsi elpiji 3 kilogram yang masih disubsidi pemerintah selama Lebaran penjualannya mengalami kenaikan 5 persen menjadi 20,689 metrik ton, dari rata-rata Januari-Mei sebesar 19,963 metrik ton. Jika dibandingkan tahun 2016 rata-rata perhari 19,309 metrik ton mengalami kenaikan 7 persen.

    Kenaikan penjualan juga terlihat di penjualan Bright Gas, yaitu sebesar 178 persen atau 416 metrik ton jika dibandingkan masa mudik di 2016 yang sebesar 229 metrik ton. Sekalipun pada Juni mengalami penurunan dari bulan sebelumnya sebesar 4 persen.

    Sedangkan untuk elpiji tabung 12 kilogram, LPG 50 kilogram, dan Bulk pada masa Ramadan dan Lebaran, semuanya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode Januari-Mei 2017. Bahkan untuk Bulk turun sampai 17 persen, elpiji 12 kilogram turun 7 turun, dan LPG 50 kilogram turun 7 persen. "Secara umum stok dan penyaluran BBM dan LPG Pertamina berjalan aman dan lancar," ujar Adiatma.

    Selain gas, PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi BBM non subsidi meningkat tajam dibandingkan masa mudik di tahun sebelumnya. Data dari Satgas BBM Mudik 2017 yang bekerja sejak H-15 hingga H+7 menunjukkan kenaikan signifikan pada seluruh varian BBM non subsidi.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.