BPS Jelaskan Penyebab Makin Tingginya Pertumbuhan Penumpang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengumumkan Berita Resmi Statistik bersama Direktur Statistik Distribusi Anggoro Dwitjahyono dan Direktur Statistik Harga Yunita Rusanti di Kantor Pusat BPS, Pasar Baru, Jakarta Pusat, 2 Juni 2017. TEMPO/Destrianita

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengumumkan Berita Resmi Statistik bersama Direktur Statistik Distribusi Anggoro Dwitjahyono dan Direktur Statistik Harga Yunita Rusanti di Kantor Pusat BPS, Pasar Baru, Jakarta Pusat, 2 Juni 2017. TEMPO/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto berujar pertumbuhan penumpang transportasi nasional menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Menurut data BPS, pertumbuhan seluruh jenis angkutan pada Mei 2017 mengalami kenaikan dibanding April lalu.

    Untuk angkutan udara, menurut Suhariyanto, penumpang domestik pada Mei mencapai 7,24 juta orang atau naik 2,47 persen dibanding April. "Namun penumpang internasional turun 3,83 persen dengan jumlah 1,34 juta orang," kata dia di kantornya, Senin, 3 Juli 2017.

    Simak: Tren Inflasi Turun Pasca Lebaran, BPS: Hati-hati di Desember

    Sedangkan jumlah penumpang angkutan laut pada Mei, kata Suhariyanto, mencapai 1,32 juta orang atau naik 5,16 persen dibandingkan dengan April. Adapun jumlah barang, menurut Suhariyanto, mencapai 22,69 juta ton atau naik 8,43 persen dibanding April.

    Sedangkan angkutan kereta api, ujar Suhariyanto, tumbuh sangat pesat. Jumlah penumpang kereta api pada Mei, termasuk KRL Jabodetabek, mencapai 33,75 juta orang atau naik 7,12 persen dibanding April. "Kenapa meningkat signifikan? Ada dua hal," tuturnya.

    Pertama, Suhariyanto menjelaskan, terdapat penambahan jadwal KRL Jabodetabek. Kedua, kata dia, terdapat perpanjangan rel KRL dari Stasiun Tanah Abang sampai Stasiun Rangkasbitung. "Hal ini membuat jumlah penumpang kereta api naik hampir 2 juta orang," ucapnya.

    Untuk barang yang diangkut dengan kereta api pada Mei, menurut Suhariyanto, juga mengalami peningkatan hingga 5,92 persen dibanding April atau mencapai 3,65 juta ton. "Perkembangan angkutan ini tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi untuk sektor transportasi," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.