Konsumsi BBM Non Subsidi Naik Tajam Selama Mudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pemudik bersepeda motor mengisi ulang BBM di SPBU Gempol Sari, Subang, Jawa Barat, 2 Juli 2016.  Pertamina memperkirakan konsumsi premium naik 15 persen dari 71.906 menjadi 82.496 kiloliter per hari, selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ratusan pemudik bersepeda motor mengisi ulang BBM di SPBU Gempol Sari, Subang, Jawa Barat, 2 Juli 2016. Pertamina memperkirakan konsumsi premium naik 15 persen dari 71.906 menjadi 82.496 kiloliter per hari, selama periode H-15 hingga H+15 Lebaran. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi BBM non subsidi meningkat tajam dibandingkan masa mudik di tahun sebelumnya. Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Adiatma Sardjito, mengatakan hal ini karena animo masyarakat kepada BBM dengan oktan lebih tinggi semakin meningkat.

    "Perilaku konsumen terhadap konsumsi BBM berubah lebih positif, produk BBM non subsidi menjadi favorit karena sesuai dengan spesifikasi kendaraannya," kata Adiatma dalam keterangan tertulisnya, Senin, 3 Juli 2017.

    Simak: Pertamina EP Raih Laba Bersih Rp 2,55 Triliun

    Adiatma menuturkan dari data Satgas BBM Mudik 2017 yang bekerja sejak H-15 hingga H+7 menunjukkan kenaikan signifikan pada seluruh varian BBM non subsidi. Pada jenis gasoline seperti Pertalite, realisasi konsumsinya sebanyak 44.625 kiloliter atau meningkat sebanyak 113,8 persen dibandingkan masa mudik 2016.

    Kenaikan realisasi konsumsi juga terjadi di jenis Pertamax. Konsumsi Pertamax di masa mudik 2017 adalah sebesar 18.352 kiloliter atau naik 33,4 persen dibandingkan masa mudik 2016.

    Sementara kenaikan lebih besar terlihat pada konsumsi Dexlite. BBM jenis gasoil ini hingga H+7 Lebaran mencatat kenaikan sampai 268 persen atau sebanyak 808 kiloliter. Untuk jenis gasoil lain seperti Pertamina Dex juga mengalami kenaikan sebesar 46 persen atau sebesar 505 kiloliter.

    Menurut Adiatma realisasi penjualan BBM yang diproduksi untuk mengantisipasi kebutuhan di wilayah rawan macet cukup tinggi selama masa mudik. Penjualan Pertamax kemasan mencapai 205 kiloliter, penjualan Dexlite 8,8 kiloliter, Pertamina Dex 18,6 kiloliter, dan penjualan Pertamax melalui mobil dispenser mencapai 130 kiloliter.

    Pertamina mencatat adanya respon positif pemudik terhadap BBM kemasan dan penjualan dengan mobil tanki dispenser. "Inovasi produk memudahkan pemudik mengisi BBM di jalur padat kendaraaan ini disambut baik oleh konsumen, sehingga penjualan sangat signifikan," ujar Adiatma.

    Adiatma mengungkapkan kelancaran distribusi BBM Pertamina di masa mudik ditopang dengan meningkatkannya pengguna aplikasi PertaminaGo. Sekitar 50 ribu masyarakat pengguna smartphone telah mengunduh dan meregistrasi aplikasi yang akan memudahkan pemudik untuk mengetahui lokasi SPBU terdekat.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.