Harga Gabah Naik, Nilai Tukar Petani Ikut Naik Hingga 0,38 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani menjemur gabah di daerah terdampak genangan Waduk Jatigede, Desa Cibogo, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Kemarau panjang akibat dampak El Nino diprediksikan bakal mempengaruhi stok beras di masa paceklik di awal tahun depan. Idealnya Bulog memiliki stok 2,5 juta ton beras pada akhir tahun. TEMPO/Prima Mulia

    Petani menjemur gabah di daerah terdampak genangan Waduk Jatigede, Desa Cibogo, Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat, 7 Agustus 2015. Kemarau panjang akibat dampak El Nino diprediksikan bakal mempengaruhi stok beras di masa paceklik di awal tahun depan. Idealnya Bulog memiliki stok 2,5 juta ton beras pada akhir tahun. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat nilai tukar petani (NTP) pada Juni 2017 mencapai 100,53 atau naik 0,38 persen dibanding Mei lalu. Kenaikan itu disebabkan indeks harga yang diterima petani naik lebih besar dibanding naiknya indeks harga yang dibayar petani.

    Berdasarkan data BPS, indeks harga yang diterima petani naik 0,60 persen dan indeks harga yang dibayar petani naik 0,22 persen. Artinya, harga hasil produksi pertanian yang diterima petani lebih tinggi dibanding harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani untuk rumah tangga maupun produksi.

    Kepala BPS Suhariyanto berujar seluruh NTP subsektor meningkat, yakni tanaman pangan, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, serta perikanan. "Kecuali subsektor tanaman hortikultura. Dia turun tipis, hanya 0,01 persen," kata Suhariyanto di kantornya, Senin, 3 Juli 2017.

    Baca: BPS: Harga Gabah Mei 2017 Naik 4,10 Persen

    Kenaikan NTP pada Juni, menurut data BPS, tidak lepas dari kenaikan rata-rata harga gabah kering panen (GKP) maupun harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani. Selama Juni, di tingkat petani, rata-rata harga GKP Rp 4.528 per kilogram dan rata-rata harga GKG Rp 5,564 per kilogram.

    Berdasarkan catatan BPS, rata-rata harga GKP di tingkat petani selama Juni naik 0,98 persen dibanding harga gabah kualitas yang sama pada Mei lalu. Sementara itu, rata-rata harga GKG di tingkat petani selama Juni naik 0,60 persen dibanding harga gabah kualitas yang sama pada Mei lalu.

    Simak: Harga Gabah Naik, Serapan Bulog Menurun

    Untuk rata-rata harga GKP di tingkat penggilingan, menurut data BPS, mencapai Rp 4.615 per kilogram atau naik 0,98 persen dibanding Mei lalu. Adapun rata-rata harga GKG di tingkat penggilingan mencapai Rp 5.677 per kilogram atau naik 0,99 persen dibanding Mei lalu.

    Harga beras pada Juni, menurut Suhariyanto, juga terkendali. Beras premium mencapai Rp 9.444 per kilogram atau naik tipis 0,09 persen, beras medium mencapai Rp 8.794 per kilogram atau naik 0,05 persen, dan beras kualitas rendah mencapai Rp 8.380 per kilogram atau naik 0,07 persen.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


  • BPS
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.