Lebaran, Konsumsi BBM di Jawa Timur Naik 24 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean ratusan pemudik mengisi ulang BBM di SPBU Gempol Sari, Subang, Jawa Barat, Sabtu, 2 Juli 2016. ANTARA/M Agung Rajasa

    Antrean ratusan pemudik mengisi ulang BBM di SPBU Gempol Sari, Subang, Jawa Barat, Sabtu, 2 Juli 2016. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Surabaya - Selama libur Lebaran 2017, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur mengalami kenaikan. Berdasarkan catatan Pertamina MOR V, sejak H-7 hingga H+7, total volume konsumsi Premium, Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertalite naik sekitar 24 persen di atas konsumsi normal.

    "Konsumsi normal 12.032 kiloliter per hari, tapi pada masa Lebaran naik menjadi rata-rata 14.942 kiloliter per hari," ujar Area Manager Communication and Relation Pertamina MOR V Heppy Wulansari kepada wartawan, Minggu malam, 2 Juli 2017.

    Secara persentase, kata Heppy, peningkatan tertinggi terjadi pada produk Pertamax, yaitu 42 persen di atas normal. Kemudian menyusul Pertamax Turbo 34 persen dan Pertalite 27 persen. "Premium hanya mengalami kenaikan 6 persen," tuturnya. 

    Baca: BPH Migas: Stok BBM dan LPG Aman Pasca Lebaran 2017

    Sedangkan produk gasoil, yakni Solar, Pertamina Dex, dan Dexlite, secara umum mengalami penurunan hingga 34 persen. Menurutnya, penurunan ini secara signifikan dipengaruhi konsumsi solar yang turun 35 persen. Heppy menuturkan konsumsi normal solar 5.105 kiloliter per hari, tapi selama masa Lebaran turun menjadi 3.310 kiloliter per hari.

    Meski begitu, Pertamina Dex dan Dexlite masih terhitung mengalami peningkatan konsumsi masing-masing 26 persen dan 24 persen di atas normal. "Secara volume, masih jauh di bawah solar. Penurunan konsumsi solar karena larangan beroperasi kendaraan berat menjelang dan pasca-Lebaran," ucapnya.

    Simak: Puncak Arus Mudik, Dirut Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

    Sementara itu, konsumsi LPG 3 kilogram meningkat 16 persen selama libur Lebaran tahun ini. Hal ini seiring dengan penambahan penyaluran yang diberikan menjelang Lebaran dan menjelang Lebaran Ketupat. "Secara volume, besarannya mencapai 105.635 metrik ton. Untuk LPG nonsubsidi mengalami peningkatan 6 persen dari konsumsi normal atau sekitar 6.500 metrik ton," ujarnya.

    Pertamina, kata dia, mengapresiasi seluruh pemerintah daerah, instansi, aparat, perbankan, dan Hiswana Migas atas kerja sama yang baik sehingga penyaluran BBM dan LPG di wilayah Jawa Timur berjalan dengan lancar saat Lebaran. "Stok BBM dan LPG di wilayah Jawa Timur pun dalam kondisi aman. Pekan ini, kami prediksi konsumsi sudah kembali normal," tuturnya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.