Jasa Marga Operasikan 31 Gardu Tol Saat Puncak Arus Balik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 2 Juli 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 2 Juli 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan puncak arus balik terjadi pada H+5 Lebaran 2017 atau Sabtu kemarin. Perseroan mengestimasi kendaraan yang akan lewat Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, mencapai 110.900 kendaraan.

    Baca: Sore Ini, Arus Balik di Gerbang Tol Cikarang Utama Lancar

    "Realisasinya dari kemarin pukul 06.00 sampai hari ini pukul 06.00 mencapai 110.850 kendaraan. Beda sedikit," kata Desi menjelaskan saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 2 Juli 2017.

    Menurut Desi, antrian kendaraan di Gerbang Tol Cikarang Utama baik saat arus mudik maupun saat arus balik tidak pernah melebihi 20 kendaraan. "Alhamdulillah sangat lancar karena kami mengoperasikan 31 gardu dari yang biasanya hanya 24 gardu," tuturnya.

    Desi berharap arus balik di Gerbang Tol Cikarang Utama hari ini hingga besok tetap lancar seperti hari-hari sebelumnya. "Tapi di Gerbang Tol Cikarang Utama memang tidak ada masalah. Yang bermasalah di rest area sehingga kami harus berlakukan contra flow dari KM 65 sampai KM 35," katanya.

    Baca: Arus Balik Terakhir, Panjang Contra Flow di Tol Cikampek Ditambah

    Budi mengatakan rest area memang menjadi salah satu penyebab macetnya tol saat arus mudik Lebaran 2017. "Mudik kali ini, jenis pemudiknya adalah tipe leisure. Mereka tidak ada target waktu sehingga butuh rest area sebagai bagian dari kegiatan mereka," ujarnya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.