Cina Ingin Membangun Masyarakat Ekonomi Asia Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Beijing - Cina berkeinginan membangun masyarakat ekonomi Asia Timur melalui konektivitas regional, perdagangan bebas, kerja sama keuangan, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan, demikian laporan media resmi pemerintah setempat, Sabtu 1 Juli 2017.

    Baca: ADB: Pertumbuhan Ekonomi Asia Pasifik Masih Terpengaruh Cina

    "Dalam perdagangan bebas, kami ingin mengusung Kemitraan Komperehensif Ekonomi Regional, menegosiasikan kesepakatan perdagangan bebas Cina-Jepang-Korea Selatan yang nantinya dapat berkontribusi dalam Aarea Perdagangan Bebas Asia-Pasifik," kata Wakil Perdana Menteri China Liu Zhenmin dalam pembukaan Forum Asia Timur (EAF) di Changsa, Jumat 30 Juni 2017.

    Tahun ini merupakan ulang tahun ke-50 pembentukan Perhimpunan Negara-Negara di Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sekaligus ulang tahun ke-20 kesepakatan kerangka kerja sama antara negara-negara ASEAN dengan Cina, Jepang, dan Korea Selatan yang dikenal dengan mekanisme "10+3".

    Lebih dari 100 pejabat, pengusaha, dan akademisi berkumpul di ibu kota Provinsi Hunan itu untuk mendiskusikan pengembangan dan potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam rencana pembentukan masyarakat ekonomi di Asia Timur.

    Liu mengatakan bahwa hanya EAF yang berlangsung hingga Sabtu yang bisa memfasilitasi pertukaran wawasan antara pejabat pemerintahan, pengusaha, dan akademisi.

    Menurut Liu, kerja sama yang lebih baik bisa mengatasi kemiskinan, pengembangan UMKM, pertukaran budaya dan pariwisata yang sejalan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030.

    Dalam pertemuan para pemimpin "10+3" pada tahun lalu, Perdana Menteri China Li Keqiang mengusulkan adanya dialog antara beberapa negara guna menyusun cetak biru masyarakat ekonomi Asai Timur sesegera mungkin.

    Sekretaris Kerja Sama Internasional Kemlu Kamboja, Paridh Kan, menginginkan forum tersebut memberikan perspektif berbeda dan momentum baru kerja sama EAF.

    Wakil Menlu Vietnam, Nguyen Quoc Dung, menambahkan bahwa integrasi kawasan dapat mengurangi kesenjangan dalam pembangunan dan meningkatkan konektivitas.

    Menurut dia, diperlukan bantuan Cina, Jepang, dan Korsel untuk meningkatkan pengembangan UMKM dan bisnis e-komersial.

    Baca: ADB Prediksi Ekonomi Cina 2017-2018 Turun

    Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN, Hirubalan Veluppilla Ponnudurai, menganggap EAF dapat memperkuat kemitraan antarnegara di kawasan sebagaimana dikutip China Daily.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.