3,8 Juta Penumpang Gunakan Kereta Api Hingga H+3

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik mencari gerbong kereta tambahan KA Pasundan Lebaran tujuan Surabaya di Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, 21 Juni 2017. Pada H-4 Lebaran, pemudik mulai memadati stasiun khusus kereta ekonomi ini. PT KAI memprediksikan jumlah pemudik kereta api sekitar 6,9 juta orang atau naik 4 persen dibanding tahun lalu yang akan dilayani oleh 379 rangkaian kereta. TEMPO/Prima Mulia

    Pemudik mencari gerbong kereta tambahan KA Pasundan Lebaran tujuan Surabaya di Stasiun Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, 21 Juni 2017. Pada H-4 Lebaran, pemudik mulai memadati stasiun khusus kereta ekonomi ini. PT KAI memprediksikan jumlah pemudik kereta api sekitar 6,9 juta orang atau naik 4 persen dibanding tahun lalu yang akan dilayani oleh 379 rangkaian kereta. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, CIREBON – Sebanyak 3,8 juta penumpang sudah terangkut oleh angkutan kereta api di Indonesia. Hari ini hingga esok puncak arus balik karena tiket kereta api sudah terjual habis.

    Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro, saat berada di Stasiun Cirebo mengungkapkan hingga Kamis,29 Juni 2017, jumlah penumpang kereta api baik selama arus mudik maupun balik lebaran 2017 sudah mencapai 3,8 juta penumpang. “Kita sendiri piket hingga H+15 atau hingga tanggal 11 Juli 2017,” kata Edi, Jumat 30 Juni 2017.

    Simak: Arus Balik Lebaran, Tiket Kereta Api Ludes Hingga Selasa Depan

    Diprediksi total penumpang yang menggunakan transportasi kereta api hingga H+15 mendatang berkisar 6 hingga 7 juta penumpang atau dua kali lipat dari angka 3,8 juta tersebut. “Kurang lebih naik 6 persen dibandingkan waktu yang sama tahun lalu,” kata Edi.

    Sedangkan saat ditanyakan puncak arus balik yang menggunakan kereta api Edi menjelaskan yang disebut puncak itu jika bangku sudah terisi semua dan tiket kereta api habis terjual. “H+4 dan H+5 itu puncaknya,” kata Edi. karena pada H+4 atau hari ini, Jumat, 30 Juni 2017, hingga esok, Sabtu, 1 Juli 2017, seluruh tiket kereta api dari daerah yang masuk ke Jakarta sudah penuh terpesan.

    Uniknya, lanjut Edi, hingga kini arus mudik dari sejumlah stasiun di Jakarta ke sejumlah daerah masih tinggi. “Di Stasiun Senin masih diangka 25 ribu perhari,” kata Edi. Padahal di hari biasa penumpang dari stasiun tersebut hanya 14 ribu. Di Stasiun Gambir, jumlah penumpang jua masih 15 ribu/hari, padahal di hari biasa hanya di angka 8 hingga 9 ribu penumpang. “Masih tinggi arus mudik,” kata Edi. Kondisi ini, lanjut Edi, kemungkinan dikarenakan waktu libur yang cukup panjang, sehingga mereka yang tidak kebagian tiket sebelum lebaran tetap pulang ke kampung halaman sekalipun dilakukan usai lebaran.

    Selanjutnya Edi kembali menghimbau kepada calon penumpang untuk membeli tiket di tempat-tempat resmi. “Kemarin sempat ditemukan ada penumpang yang membawa tiket palsu. Belinya di temannya,” kata Edi. Pembelian di gerai resmi menurut Edi bisa menghindari adanya tiket palsu tersebut.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.