Bank Dunia Rilis Obligasi Pandemi untuk Dukung Pembiayaan Darurat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dukun lokal membakar kulit pohon pisang ketika melakukan acara upacara pengusiran setan di Meliandou, Guinea, 23 Februari 2015. Di ground zero, dukun lokal dipercaya untuk mengusir wabah virus ebola. AP/Youssouf Bah

    Dukun lokal membakar kulit pohon pisang ketika melakukan acara upacara pengusiran setan di Meliandou, Guinea, 23 Februari 2015. Di ground zero, dukun lokal dipercaya untuk mengusir wabah virus ebola. AP/Youssouf Bah

    TEMPO.CO, Jakarta -Bank dunia merilis obligasi pandemi atau pandemic bond untuk mendukung fasilitas pembiayaan darurat yang pada gilirannya mampu mengatasi persoalan wabah besar dengan cepat.

    Baca: Bank Dunia Setujui Bantuan Pembiayaan untuk ...

    Seperti dilansir dari Reuters, obligasi bencana ini pada gilirannya mampu mempercepat pencairan dana atau uang untuk menghadapi krisis kesehatan seperti wabah ebola yang marak terjadi pada 2014 silam.

    Adapun, pembayaran akan bergantung pada besaran wabah, tingkat pertumbuhan dan jumlah warga yang terdampak, dan termasuk yang pertama dari jenisnya untuk masuk dalam epidemi.

    Wabah ebola tersebar di seluruh wilayah pada awal 2014.

    Michael Bennett, Kepala Derivatif dan Keuangan Terstruktur, Departemen Pasar Modal Bank Dunia mengatakan fasilitas pembiayaan pandemi (pandemic emergency financing / PEF) telah diluncurkan pada 2014, dan sekitar USD 100 juta dapat dimobilisasi awal Juli.

    Namun, pada kenyataannya, uang tidak mulai mengalir hingga 3 bulan kemudian, saat jumlah kematian yang ditimbulkan dari wabah ebola telah meningkat 10 kali lipat.

    “Pada akhirnya sekitar 11.000 orang meninggal dalam pandemi tersebut dan diperkirakan biaya yang dikeluarkan dari negara-negara yang paling terkena dampak seperti Guinea, Liberia, dan Sierre Leone, sekitar USD 2,8 miliar,” ujarnya seperti dikutip pada Kamis 29 Juni 2017.

    The PEF akan menawarkan cakupan ke semua negara yang berhak mendapatkan pembiayaan dari Badan Pembangunan Internasional (International Development Agency/ IDA), bagian dari Bank Dunia yang didedikasikan untuk negara-negara termiskin di dunia.

    Cakupan wabah yakni penyakit menular yang sangat mungkin menyebabkan epidemi besar termasuk influenza; coronavirus termasuk SARS; filovirus termasuk ebola dan Marburg; dan lain sebagainya seperti demam kongo krimea, demam rift valley, dan demam lassa.

    Bennet melanjutkan PEF secara keseluruah akan memberikan lebih dari USD 500 untuk mencakup pandemi selama 5 tahun ke depan. Jumlah tersebut mencakup transaksi saat ini USD 425 juta, yang terdiri atas USD 320 juta melalui pasar obligasi dan USD 105 juta melalui transaksi swap.

    Transaksi tersebut mengalami oversubscribed sebesar 200 persen, menarik minat obligasi khusus, manajer aset, dana pensiun dan wakaf. Untuk obligasi pandemi, Bank Dunia akan membayar kupon yang menyerupai premi asuransi ditambah spread dana sebagai imbalan atas pembayaran jika obligasi dipicu.

    Baca: 2017, Bank Dunia Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 2 ...

    “Jika terjadi pemicu, alih-alih membayar kembali obligasi secara penuh, sebagian atau seluruh principal ditransfer ke dana perwalian (trust) PEF. Jadi intinya investor bertindak seperti perusahaan asuransi,” jelas Bennett.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.