Pantau Arus Balik, Menhub Telekonferensi dengan Petugas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Budi Karya Kagum Atas Kelengkapan Terminal Kampung Rambutan. TEMPO/Maria Fransisca

    Menhub Budi Karya Kagum Atas Kelengkapan Terminal Kampung Rambutan. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambangi Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia, Selasa, 27 Juni 2017. Ditemani Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Besar Benyamin, Budi melakukan telekonferensi dengan petugas di titik-titik rawan arus balik Lebaran 2017.

    Melalui telekonferensi, Budi menanyakan kondisi lalu lintas di Nagreg, Cikopo, Gringsing, Mengkreng, dan Pelabuhan Bakauheni. Dari pantauan CCTV milik Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia dan laporan dari petugas, kondisi di keempat wilayah tersebut lancar.

    Simak: Hati-hati Tiket Palsu Kereta Api Menjelang Arus Balik

    Kepada para petugas, Budi meminta agar mengumumkan kepada masyarakat bahwa puncak arus balik akan jatuh pada 30 Juni 2017 dan 1 Juli 2017. Karena itu, masyarakat diimbau agar melakukan perjalanan balik sebelum 29 Juni 2017. "Kalau dimungkinkan, jangan lebih dari Jumat."

    Simak: Arus Balik 2017, Dirut KAI: Tiket Kereta Api H+9 Masih Tersedia

    Menurut Budi, arus balik pada 1-2 Juli 2017 pasti macet sehingga membuat pemudik kesulitan. "Tolong dikomunikasikan juga ke polres-polres agar diumumkan di media. Mulai Kamis, truk-truk juga sudah beroperasi. Jadi jalan pasti akan penuh," ujarnya. 

    Budi pun meminta kepada petugas kepolisian di lapangan untuk merazia bus-bus yang tidak dilengkapi stiker tanda telah melakukan ramp check. "Saya minta polisi merazia bus tanpa stiker dan dihentikan agar tidak melanjutkan perjalanan," tuturnya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.