Puncak Arus Balik Bakauheni-Merak Diprediksi 30 Juni

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang di dalam Heli sebelum terbang, di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, 11 Juni 2017. Menhub dan Kapolri melakukan kunjungan untuk melakukan rapat koordinasi serta mengecek persiapan arus mudik 2017 di Pelabuhan Merak dan Bakauheuni. ANTARA FOTO

    Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) berbincang di dalam Heli sebelum terbang, di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, 11 Juni 2017. Menhub dan Kapolri melakukan kunjungan untuk melakukan rapat koordinasi serta mengecek persiapan arus mudik 2017 di Pelabuhan Merak dan Bakauheuni. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Merak -PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksi puncak arus balik dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni-Merak diperkirakan akan terjadi pada Jum'at 30 Juni 2017.

    Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan, Layanan arus balik penyeberangan diprediksi akan dimulai dan mengalami peningkatan trafik mulai akhir pekan ini. "Puncak arus balik tahun ini dari Bakauheni menuju Merak, diperkirakan terjadi pada Jumat (30/6) atau H+4, Sabtu (1/7) atau H+5, dan Minggu (2/6) atau H+6,"ujar Faik dalam keterangan tertulis, Selasa 27 Juni 2017.

    Simak: Hati-hati Tiket Palsu Kereta Api Menjelang Arus Balik

    Menurut Faik, Arus balik diperkirakan akan lebih terdistribusi, dikarenakan waktu kepulangan yang lebih panjang karena berbarengan libur anak sekolah yang baru aktif kembali tahun ajaran baru pada 17 Juli mendatang. "Selain itu juga ada tradisi Lebaran Ketupat, sehingga ada sebagian pemudik yang masih menambah waktu libur di kampung halaman," kata Faik

    Untuk mendukung kelancaran arus balik dari Bakauheni, tahun ini ASDP menambah titik area penjualan tiket di luar pelabuhan (buffer zone) menjadi 3 yang tersebar di Terminal Rajabasa, RM Begadang 4, dan Masjid Kalianda. "Diharapkan, pengguna jasa dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk membeli tiket online berjadwal maupun beristirahat, sehingga perjalanan kembali dari mudik lancar, aman, dan nyaman," katanya.

    Di pelabuhan Bakauheni sendiri, selain dioperasikan kapal berukuran besar sebanyak 32 unit dan 6 dermaga, PT ASDP Cabang Bakauheni juga telah menambah loket dan toll gate hingga total mencapai 49 unit yang disediakan. 

    Loket penumpang dari eksisting 6 unit, ditambah 12 unit menjadi 18 unit. Lalu, untuk roda 2 dari eksisting 7 unit, ditambah 7 unit menjadi 14 unit, dan untuk roda 4 dari eksisting 8, ditambah 9 unit menjadi 17 unit. Total penambahan ada 28 unit loket, sehingga ada 49 unit loket yang bisa digunakan oleh pengguna jasa." Kami harapkan tidak ada antrian signifikan, karena loket yang tersedia cukup memadai," tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Eddy Hermawan.

    Berdasarkan data posko Bakauheni, dari total penumpang arus mudik yang naik dari Merak-Bakauheni sejak H-7 hingga hari HH Lebaran sebanyak 999.462 orang, telah kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 415.765 orang atau baru sekitar 41,6 persen. Jadi, masih 583.597 orang lagi yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa. 

    Untuk roda 2, dari total 85.868 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-7 hingga HH Lebaran, telah kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 12.530 atau sekitar 14,6 persen. Jadi, masih 73.338 unit sepeda motor yang belum kembali.

    Sedangkan untuk roda 4, dari total 102.540 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-7 hingga HH Lebaran, baru kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 47.052 atau baru 45,9 persen. Jadi, masih ada sekitar 55.488 unit roda 4 yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa.

    Adapun total kendaraan yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa, dari total 208.156 unit mobil yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni pada H-7 hingga HH Lebaran, tercatat baru 76.141 unit yang sudah menyeberang kembali ke Merak atau baru sekitar 36,6 persen. Jadi, masih ada sekitar 132.015 unit kendaraan lagi yang belum kembali ke Jawa.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.