Hingga H+2 Lebaran, 2 Juta Penumpang Terbang dari Soetta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan penumpang memadati  pintu keberangkatan Terminal Keberangkatan 1B di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 23 Juni 2017. Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta jatuh pada 22 Juni lalu dengan 213.000 pergerakan penumpang. TEMPO/Fajar Januarta

    Puluhan penumpang memadati pintu keberangkatan Terminal Keberangkatan 1B di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 23 Juni 2017. Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta jatuh pada 22 Juni lalu dengan 213.000 pergerakan penumpang. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Tangerang - Posko utama mudik Bandar Udara Soekarno-Hatta mencatat
    sejak H-10 hingga H+2 Lebaran, Senin, 26 Juni 2017, total jumlah penumpang pesawat di Bandar Udara Soekarno-Hatta mencapai 2.172.815 orang.

    Pada tahun lalu, total jumlah penumpang sampai H+15 mencapai 4.819.149 orang. "Tahun ini diprediksi mencapai 5.011.925 jiwa," ujar Branch Communication Manager Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dewandono Prasetyo Nugroho, Senin, 26 Juni 2017.

    Data posko angkutan Lebaran Bandar Udara Soekarno-Hatta pada Senin, 26 Juni 2017 baru tercatat 24.127 penumpang dan 157 pesawat terbang hingga pukul 11.14 WIB. Sedangkan total extra-flight sejak H-10 sampai H+2 mencapai 524 penerbangan. “Pada hari ini hingga jam 10.00 hanya terdapat enam extra-flight, yang semuanya merupakan penerbangan domestik,” ujar Dewandono.

    Adapun tujuan pemudik paling banyak ke lima kota tujuan domestik terbesar, yakni Denpasar, Surabaya, Medan, Makassar, dan Yogyakarta. “Ada sekitar 93.525 penumpang terbang ke Denpasar,” kata Dewandono

    Secara keseluruhan, jumlah penumpang pesawat di Bandar Udara Soekarno-Hatta pada H-1 Lebaran melonjak mencapai 34 persen dibanding periode yang sama pada Lebaran tahun lalu.

    Berdasarkan data posko utama di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta, grafik penumpang secara kumulatif naik dari 2016, yaitu 161.520 menjadi 16.736 penumpang.

    JONIANSYAH HARDJONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.