Mudik Lebaran, Bus di Jawa Timur Langgar Trayek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus tingkat Lorena bersiap untuk parkir di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur,22 Juni 2017. Pada H-3 Lebaran ribuan pemudik mulai memadati Terminal Pulogebang, tercatat sebanyak 3.879 orang yang akan berangkat dari Terminal ini. Puncak arus mudik tahun ini diprediksi terjadi pada H-3 (hari ini) yang bertepatan dengan hari terakhir masuk kerja. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Bus tingkat Lorena bersiap untuk parkir di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur,22 Juni 2017. Pada H-3 Lebaran ribuan pemudik mulai memadati Terminal Pulogebang, tercatat sebanyak 3.879 orang yang akan berangkat dari Terminal ini. Puncak arus mudik tahun ini diprediksi terjadi pada H-3 (hari ini) yang bertepatan dengan hari terakhir masuk kerja. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Sejumlah bus trayek jalur selatan (jurusan Surabaya-Magelang) tampak melewati jalur tengah (Surabaya-Bojonegoro-Ngawi) pada arus mudik Lebaran 2017 ini. Bus-bus itu melanggar trayeknya dan nekat masuk jalur tengah untuk menghindari potensi macet di jalur selatan.

    Bus jalur selatan yang lewat di jalur tengah, antara lain: Bus Mira dan Bus Eka. Keduanya adalah bus VIP dengan tarif di atas rata-rata. Setelah berangkat dari  Terminal Bungurasih, Surabaya, bus-bus ini menuju ke tol Gresik-Lamongan-Bojonegoro dan masuk ke Ngawi, sebelum kembali ke  jalur selatan. Padahal  jalur resmi bus ini adalah: Terminal Bungurasih ke Mojokerto-Jombang-Madiun-Ngawi-Solo-Jogja  atau Magelang.

    Menurut Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng, boleh saja bus dengan trayek jalur selatan pindah ke jalur tengah. Tetapi, kata dia, alasan mereka  harus jelas. Jika perpindahan trayek dilakukan karena macet di jalur selatan terutama dari Surabaya-Krian-Sidoarjo-Jombang hingga Nganjuk dan Madiun, dia mengaku bisa memaklumi.

    Baca Juga:
    Jokowi Berlebaran dan Open House di Jakarta
    Nasehat Dokter Agar Hidangan Lebaran Tak Bikin Perut Begah
    Cerita Anies Bertemu Sopir Bis 30 Tahun Lebaran Tanpa Mudik

    "Syaratnya, bus tersebut tidak boleh menaikkan penumpang di jalur tengah. Yang dilakukan hanya lewat jalannya saja. Sebab, jika bus tersebut ketahuan menurunkan apalagi menaikkan penumpang, tentu itu menyalahi izin trayeknya," kata Sentot Sugeng, pada Sabtu 24 Juni 2017. ”Tentu kena peringatan keras,” imbuhnya.

    Menurut Sentot, bus yang lewat jalur tengah tidak hanya dari selatan saja. Sebab, ada juga bus-bus jalur pantai utara yang masuk lewat jalur tengah, yaitu bus jurusan Semarang-Surabaya atau sebaliknya.  

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.