Tunggu Data Indikator Inflasi, Dolar AS Melemah

Reporter

Ilustrasi Dolar. ANTARA/Yudhi Mahatma

TEMPO.CO, Jakarta - Dolar Amerika Serikat bergerak melemah pada perdagangan Jumat, 23 Juni 2017, karena para investor menanti data indikator inflasi pekan depan.

Indeks dolar AS, yang melacak kekuatan greenback terhadap mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,11 persen atau 0,105 poin ke level 97,488 pada pagi ini pukul 09.24 WIB.

Indeks mencapai puncaknya pada level tertinggi satu bulan di 97,871 pada awal pekan setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan pekan lalu dan membuka opsi pengetatan moneter lanjutan di akhir tahun.

Sejak itu, indeks dolar tertahan pada rentang pergerakan yang ketat karena tidak adanya katalis penggerak indeks.

"Sementara pasar berhasil memanfaatkan sentimen the Fed pekan lalu, sebenarnya tidak banyak faktor bagi dolar untuk bergerak dalam pekan ini tanpa adanya rilis data indikator utama," kata Shin Kadota, analis senior Barclays, seperti dikutip Reuters.

"Namun, inflasi kemungkinan akan menjadi tema yang menggerakkan mata uang minggu depan yang seiring rilis serangkaian data ekonomi yang akan menjadi kunci, mengingat kemerosotan minyak mentah minggu ini telah mengaburkan prospek inflasi AS," lanjutnya.

Data ekonomi AS yang akan dirilis pekan depan termasuk indikator kepercayaan konsumen bulan Juni, penjualan rumah, persediaan minyak mentah, revisi PDB kuartal pertama dan indeks harga PCE.

Sementara itu, dolar AS menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,01 persen ke level 111,34 yen per dolar. Terhadap euro, dolar melemah 0,03 persen ke level US$ 1,1155 per euro.

BISNIS.COM






Gairah Baru Bisnis Bus

28 hari lalu

Gairah Baru Bisnis Bus

Perusahaan otobus (PO) kian giat menawarkan layanan baru, salah satunya bus sleeper,


Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

30 September 2022

Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih lebih baik ketimbang negara lain.


Kenali 11 Mata Uang Negara ASEAN sebelum Berwisata ke Asia Tenggara, Berapa Kurs Rupiahnya?

24 September 2022

Kenali 11 Mata Uang Negara ASEAN sebelum Berwisata ke Asia Tenggara, Berapa Kurs Rupiahnya?

Sebelum leancong ke nagara Asia Tenggara, ketahui dulu 11 mata uang negara ASEAN berikut kurs mata uang dengan rupiah saat ini.


Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

23 September 2022

Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

Kemarin, BI mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin.


Bayar Impor Mudah dengan KlikBCA Bisnis

16 Desember 2021

Bayar Impor Mudah dengan KlikBCA Bisnis

KlikBCA Bisnis menyediakan layanan transfer 14 mata uang dengan biaya ringan dan kurs cantik.


Kurs Rupiah Melemah di Level 14.580 per Dolar AS, Ini Tiga Penyebabnya

8 April 2021

Kurs Rupiah Melemah di Level 14.580 per Dolar AS, Ini Tiga Penyebabnya

Kurs rupiah berada di posisi 14.580 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis, 8 April 2021.


Di Luar Prediksi, Kurs Rupiah Menguat di 13.986 per Dolar AS

10 Februari 2021

Di Luar Prediksi, Kurs Rupiah Menguat di 13.986 per Dolar AS

Pada pukul 11.23 siang hari ini kurs rupiah menguat 9 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 13.986 per dolar AS.


IHSG Anjlok dan Rupiah Menguat pada Pembukaan Perdagangan, Ini Faktor Pemicunya

1 Februari 2021

IHSG Anjlok dan Rupiah Menguat pada Pembukaan Perdagangan, Ini Faktor Pemicunya

Hingga pukul 09.04 WIB, IHSG anjlok 104 poin atau 1,77 persen ke level 5.759,42 atau melanjutkan tren bearish sejak akhir bulan lalu.


Asumsi Makro RAPBN 2021 Disepakati, Kurs Dipatok 13.700-14.900

9 Juli 2020

Asumsi Makro RAPBN 2021 Disepakati, Kurs Dipatok 13.700-14.900

Badan Anggaran DPR menyepakti sejumlah asumsi dasar makro dalam pembahasan RAPBN 2021.


Kurs Tengah BI Hari Ini Dipatok Melemah di Rp 13.647 per Dolar AS

28 Januari 2020

Kurs Tengah BI Hari Ini Dipatok Melemah di Rp 13.647 per Dolar AS

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengatakan bank sentral tetap akan menjaga nilai tukar rupiah sesuai fundamental.