Mudik Lebaran, Jalan Tol Brebes-Gringsing Bisa Dibuka Malam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bermotor berjalan merayap saat melintas di Tol Dalam Kota, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 21 Juni 2017. PT Jasa Marga Semarang memprediksi kenaikan volume kendaraan selama musim mudik dan balik Lebaran 2017 ini sebesar 30 persen dari rata-rata 157.796 unit per hari menjadi 170.910 unit mobil per hari. ANTARA FOTO

    Sejumlah kendaraan bermotor berjalan merayap saat melintas di Tol Dalam Kota, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 21 Juni 2017. PT Jasa Marga Semarang memprediksi kenaikan volume kendaraan selama musim mudik dan balik Lebaran 2017 ini sebesar 30 persen dari rata-rata 157.796 unit per hari menjadi 170.910 unit mobil per hari. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah membuka jalur darurat untuk mengantisipasi kemacetan dari Brebes Timur hingga Gringsing, Jawa Tengah, pada mudik Lebaran 2017. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jalur darurat atau jalan tol yang belum rampung itu hanya akan dioperasikan pada waktu tertentu.

    Jalan tol darurat Brebes Timur-Gringsing memiliki panjang 110 kilometer dan lebar 7 meter. Jalan itu hanya dilapisi beton tipis 10 sentimeter. Di beberapa titik, kata Budi, terdapat lubang. Mobil hanya bisa dipacu maksimal 40 kilometer per jam. "Kalau lebih cepat lagi, (mobil) bisa terguling," katanya di Jakarta, Kamis, 22 Juni 2017.

    Untuk menjaga keselamatan, ada dua mobil polisi yang mengawal dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Budi mengatakan jalur darurat hanya akan dibuka mulai pukul 06.00 hingga 18.00.

    Jalur itu tak bisa dioperasikan pada malam hari karena belum dilengkapi dengan lampu. Namun, jika kemacetan di Brebes Timur parah, jalan darurat itu akan dibuka pada malam hari dengan pengamanan ketat.

    Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Desi Arryani mengatakan telah menyiapkan 11 tempat istirahat sementara di jalur darurat itu yang dilengkapi dengan musala, toilet, dan warung kecil. Jalur itu memiliki delapan pintu keluar, yakni Ujung Rusi, Karang Jati, dan Warureja di Tegal; Sewaka dan Beji di Pemalang; Bojong di Pekalongan; Kandeman di Batang; serta Gringsing di Kendal. "Pengguna jalur darurat itu tak dikenai ongkos," ucapnya.

    Baca:

    H-4 Mudik Lebaran, Brexit Macet Picu Antrean Sejauh 2,5 Kilometer

    Kepala Cabang Pengelola Jalan Tol Kanci Pejagan-Pemalang Zulmarlian Iskandar mengatakan jumlah kendaraan yang keluar melalui gerbang jalan tol Brebes Timur dan Kaligangsa lebih dari 47 ribu unit. Kendaraan yang keluar dari Brebes Timur berjumlah 27.501 unit, sementara yang masuk ke jalan tol fungsional Kaligangsa 19.822 unit. Pada Rabu malam lalu, sempat terjadi kemacetan 3 kilometer. Padahal sudah ada 10 gardu pembayaran tol di Kaligangsa dan delapan gardu di Brebes Timur.

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membuka empat jalan layang perlintasan kereta di Kabupaten Tegal dan Brebes pada masa mudik Lebaran 2017. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum Danis Sumadilaga mengatakan jalan layang itu terletak di Klonengan, Dermoleng, Kesambi, dan Kretek. "Statusnya darurat," katanya. Danis menjelaskan, jalan layang Klonengan, Dermoleng, dan Kesambi bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, termasuk bus. Sedangkan jalan layang Kretek belum bisa dilewati bus.

    VINDRY FLORENTIN | MUHAMMAD IRSYAM FAIZ (BREBES)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.