Menteri Perdagangan: H-2 Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Stabil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kanan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 12 April 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kanan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 12 April 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, secara umum, harga sembako menjelang Lebaran masih stabil. Kendala sedikit dialami Kementerian Perdagangan untuk harga daging, tapi ia menjamin tetap dalam kisaran yang wajar. 

    "Alhamdulillah, semua aman. Tadi sudah disampaikan ada beberapa daerah yang coba menaikkan harga, tapi kami antarkan daging beku langsung untuk menurunkan," ujar Enggar di kompleks Kementerian Perdagangan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Juni 2017.

    Kendala tersebut sempat dialami timnya di beberapa daerah di luar Jawa. Ia mencatat, kini rata-rata harga daging sapi segar ada di Rp 114 ribu per kilogram, dengan harga daging sapi beku tetap di Rp 80 ribu per kilogram. Rata-rata harga nasional daging kerbau juga stabil di Rp 79 ribu per kilogram. 

    Baca: Menteri Amran: Toko Tani Indonesia Beroperasi Sampai H-2 Lebaran

    Ia menambahkan, bawang putih jenis honan ada di harga Rp 13.500 per kilogram ketika ia pantau di Pasar Kramatjati, Jakarta. Sedangkan di Pasar Banyuwangi, Jawa Tengah, bawang putih sempat mencapai harga Rp 25 ribu per kilogram. Harga gula fluktuatif di kisaran Rp 12.100-13.000 per kilogram.

    Tercatat, berdasarkan laman resmi Informasi Pangan Jakarta, rata-rata harga cabai merah keriting sempat naik menjadi Rp 31.700 per kilogram. Sedangkan cabai merah besar naik menjadi Rp 35.800 per kilogram. "Untuk cabai rawit merah kenaikan sedikit. Cabai merah keriting ada sedikit turun. Tapi naik-turunnya tidak saya anggap signifikan," ujar Enggar. 

    Simak: Menjelang Ramadan, Bulog Lakukan Stabilisasi Harga Pangan

    Ia sempat menggarisbawahi fluktuasi harga telur ayam. Di Banyuwangi, harga telur sempat mencapai Rp 18 ribu per kilogram di pasar, dengan harga acuan Kemendag juga di angka yang sama. "Artinya, perolehan dia cuma sekitar Rp 15 ribu. Sempat naik ke Rp 20 ribu tapi turun lagi. Tapi masih dalam kisaranlah," katanya. 

    Untuk harga bawang merah ia nilai stabil, bahkan terlalu rendah di beberapa tempat. "Sekarang kami harus membeli, tidak boleh lebih rendah daripada harga acuan. Bulog bertugas di sana," tutur Enggar. 

    AGHNIADI | WAWAN PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?