Jasa Marga Operasikan 20 Gardu Tol Cikarang Utama saat Mudik 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik antre memasuki pintu tol Cikarang Utama arah Jakarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 8 Juli 2016. ANTARA FOTO

    Kendaraan pemudik antre memasuki pintu tol Cikarang Utama arah Jakarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 8 Juli 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Jasa Marga mengoperasikan 20 gardu transaksi untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik 2017 di Pintu Tol Cikarang Utama selama masa mudik lebaran 2017 ini. Semula, gardu yang beroperasi 13 gardu.

    “Yang menjadi perhatian adalah Gerbang Cikarang Utama,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dalam pesan singkatnya kepada Tempo, Rabu, 21 Juni 2017.

    Pasalnya, titik itu adalah salah satu titik jalan tol yang kerap terjadi kepadatan dan penumpukan apalagi pada momen pulang kampung yang diprediksikan mencapai puncaknya pada 23 Juni 2017.

    Baca: Mudik 2017, Antrian Kendaraan di Pintu Tol Palimanan Capai 14 KM

    Tidak hanya itu, Desi menuturkan setiap gardu pembayaran Jasa Marga bakal dipersenjatai dengan alat pembayaran uang elektronik sehingga diharapkan waktu transaksi di gerbang tol dapat dikurangi secara signifikan dan menghindari adanya penumpukan di pintu tol.

    “Seluruh gerbang tol milik JM, baik GTO Maupun manual, semua sdh bisa melayani uang elektronik, 100 persen,” dia menambahkan.

    Kendati demikian, dia mencatatkan masyarakat yang menggunakan e-toll sejauh ini baru 28 persen.

    Sebelumnya, Juru bicara PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, mengatakan akan memberlakukan diskon tarif tol sebesar 20 persen untuk pengguna uang elektronik pada mudik Lebaran 2017. Diskon ini untuk tarif tol yang dioperasikan Jasa Marga dan berlaku dua hingga tiga hari sebelum lebaran.

    Baca: H-5 Lebaran, Mobil Pribadi Meningkat 85 Persen di Tol Cikampek  

    Untuk pengendalian beban lalu lintas di ruas jalan tol, Jasa Marga akan menempatkan alat ukur kepadatan atau remote traffic microwave sensor (RTMS) di beberapa lokasi. Rekayasa lalu lintas dengan kepolisian juga akan dilakukan jika terjadi kemacetan.

    Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik 2017 akan terjadi pada Jumat, 23 Juni 2017 (H-2) dan arus balik akan terjadi pada Jumat, 30 Juni 2017 (H+4). “Bila Lebaran tahun lalu total volume lalin saat arus mudik yang melintas sekitar 1,49 juta kendaraan, pada Lebaran tahun ini diperkirakan akan mencapai 1,57 juta kendaraan atau naik sebesar 5,32 persen melalui GT Cikarang Utama, GT Cibubur Utama, dan GT Cikupa,” ujar Direktur Operasi II PT Jasa Marga Subakti Syukur.

    CAESAR AKBAR | EA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.