Apple Inc. Bangun Pusat Riset di Bumi Serpong Damai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Halaman web Apple, Switch, yang baru merayu pengguna Android untuk beralih ke iPhone. Kredit: Phonearena

    Halaman web Apple, Switch, yang baru merayu pengguna Android untuk beralih ke iPhone. Kredit: Phonearena

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Apple Inc. akan membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) atau innovation center di kawasan Green Office Park, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.

    Baca: iPhone 8 Didukung Pengisi Daya Nirkabel

    "Fasilitasnya seperti innovation center lainnya, yang ada di Silicon Valley dan San Jose," kata Tenaga Ahli Menteri Perindustrian Sanny Iskandar di Jakarta, Rabu, 21 Juni 2017.

    Sanny menyampaikan hal tersebut usai mendampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertemu Director for South Asia Apple Michel Coulomb dan Government Affair PT Apple Indonesia Mirza Natadisastra. Sanny menyampaikan, Apple akan menyewa sebuah gedung di kawasan itu seluas 1.500 meter persegi dan akan mulai dilengkapi berbagai fasilitas R&D pada Agustus 2017.

    Perusahaan berlogo apel tergigit tersebut akan menggandeng Universitas Bina Nusantara untuk pelatihan dibidang Teknologi Informasi. "Mereka akan melatih instruktur yang akan menjadi bagian dari innovation center. Mereka memilih Binus karena memang Binus orientasinya ke IT ya," ujar Sanny.

    Ia menambahkan, pusat riset itu nantinya akan melahirkan berbagai aplikasi untuk mendukung kinerja gawai yang mereka produksi. "Apps sekarang kan kebutuhannya beragam sekali. Bukan hanya untuk pribadi, tapi juga rumah sakit dan sebagainya," kata Sanny.

    Menurut Sanny, pusat riset senilai Rp 1,1 triliun itu akan mulai beroperasi pada Oktober 2017. Pusat riset ini sekaligus dilengkapi tenaga kerja kerja dari dalam maupun luar negeri.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.