PGN Targetkan Batam Menjadi Kota Gas Bumi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan pengecekan rutin gas Engine  di Plaza Indonesia Jakarta, 10 Agustus 2016. PT PGN (Persero) Tbk saat ini telah memasok gas bumi ke mal sebanyak  50.000-52.000 meter kubik gas setiap harinya. TEMPO/Amston Probel

    Petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan pengecekan rutin gas Engine di Plaza Indonesia Jakarta, 10 Agustus 2016. PT PGN (Persero) Tbk saat ini telah memasok gas bumi ke mal sebanyak 50.000-52.000 meter kubik gas setiap harinya. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.COJakarta - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) (Persero) Tbk menargetkan Batam, Kepulauan Riau, menjadi kota gas bumi. Perusahaan meyakini pasokan energi yang andal akan menarik banyak investor berinvestasi di daerah itu. 

    Baca: PGN Dapatkan Tambahan Gas 37 Miliar BTUD dari Conoco Philips 

    “Sejak 2004 kami terus membangun jaringan distribusi gas bumi ke pelanggan di Batam. PGN memasok langsung ke industri, usaha komersial, sampai pembangkit listrik dan rumah tangga,” ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 21 Juni 2017. 

    Dilo mengatakan Batam dalam waktu dekat bisa disebut sebagai kota gas bumi. Sebab, PGN terus memperluas jaringan infrastruktur dan meningkatkan pasokan gas bumi ke berbagai wilayah di Batam. Saat ini, untuk wilayah Batam, PGN telah melayani 3.497 pelanggan rumah tangga, 53 pelanggan komersial, serta 43 pelanggan industri dan pembangkit listrik. 

    Sedangkan secara total, PGN telah memasok ke 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, 1.930 pelanggan komersial, dan 204.000 pelanggan rumah tangga yang tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi di seluruh Indonesia.

    Menurut Dilo, dalam waktu dekat pihaknya juga kembali menyelesaikan proyek pipa transmisi WNTS di titik Subsea Tie In-Batam (SSTI-B) ke Pulau Pemping. Proyek ini merupakan penugasan pemerintah kepada PGN untuk membangun dan mengoperasikan pipa gas dari SSTI-B ke Pulau Pemping.

    Dilo meyakini pengembangan proyek infrastruktur pipa transmisi WNTS di titik Subsea Tie In-Batam (SSTI-B) ke Pulau Pemping akan memberikan manfaat. Adapun manfaat itu berupa alternatif pasokan gas bagi Kepulauan Riau (Batam, Bintan, dan Karimun) dan salah satu wujud kontribusi PGN mendukung program pemerintah untuk ketahanan dan kemandirian energi nasional. 

    Dilo mengungkapkan dengan terbangunnya proyek pipa gas tersebut, PGN wilayah Batam akan memiliki tambahan total kapasitas energi sebesar 40 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD). Bahkan volume gas bumi dapat ditingkatkan hingga 100 BBTUD di tahun-tahun berikutnya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai segmen pengguna gas. Pihaknya mengharapkan langkah itu semakin memperkuat jaminan pasokan gas bumi PGN ke pelanggan.

    Menurut Dilo, dengan adanya dukungan ketersediaan energi di Batam yang besar ini, Pemerintah Kota Batam bisa bekerja sama untuk dapat menarik lebih banyak investor dari luar negeri guna meningkatkan perekonomian di Pulau Batam, Bintan, dan sekitarnya. Termasuk membangun sektor komersial, industri, dan kelistrikan sebagai salah satu penopang perekonomian.

    Baca: PGN Terus Ekspansi Tingkatkan Distribusi Gas Bumi 

    Dilo mengklaim PGN bertumbuh bersama semua pelanggan dan stakeholder lain. Tujuannya membangun daya saing negeri yang mandiri melalui infrastruktur yang terintegrasi dan pasokan gas yang andal. “Pasokan energi terjamin dan andal, bukan tidak mungkin Batam akan menjadi surga bagi investor berinvestasi,” katanya.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.