Minggu, 25 Februari 2018

Kominfo Gandeng 15 Bandara Antisipasi Lonjakan Trafik Penerbangan

Oleh :

Tempo.co

Senin, 19 Juni 2017 17:35 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kominfo Gandeng 15 Bandara Antisipasi Lonjakan Trafik Penerbangan

    Sejumlah pramugari mengikuti apel siaga Angkutan Lebaran 2015 di terminal 2D Bandara Seokarno Hatta, Tangerng, Banten, 3 Juli 2015. Apel tersebut digelar guna hadapi persiapan arus musik 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail mengatakan pihaknya bekerjasama dengan AirNav untuk mengantisipasi adanya lonjakan trafik penerbangan saat arus mudik dan balik Idul Fitri 2017. “Kami bekerjasama dengan 15 bandar udara melakukan posko bersama,” kata Ismail di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin, 19 Juni 2017.

    Menurut Ismail, pemantauan dilakukan sejak H-2 hingga H+7 lebaran. Adapun 15 bandar udara tersebut adalah Soekarno-Hatta, Sultan Hasanuddin, Kualanamu, Sultan Mahmud Badaruddin II, Adi Sucipto, Juanda, Ngurah Rai, Balikpapan, Sentani Jayapura, Minangkabau, Halim Perdana Kusuma, Husein Sastranegara, Ahmad Yani, Sam Ratulangi dan Pattimura Ambon.

    Baca:
    Mudik Lebaran, Bandara Palembang Siapkan 124 Penerbangan per Hari
    Mudik Lebaran 2017, Garuda Indonesia Sediakan 128 Ribu Kursi

    Ismail mengatakan pihaknya juga bakal memantau potensi gangguan sinyal komunikasi di jalan jalur mudik untuk layanan selular. Mobil monitoring pun diterjunkan hari ini, sehingga apabila ada potensi gangguan segera ditindaklanjuti.

    Senin pagi tadi, 19 Juni 2017, menurut Ismail, pihaknya melepas tim SDPPI untuk melakukan drive test dalam rangka monitoring kesiapan jaringan seluler di wilayah Pantai Utara (Pantura). “Kami mengirimkan petugas dari Balai Monitoring,” kata dia.

    Ismail berujar sebelumnya Balai Monitoring menertibkan pula gangguan di sekitar bandara Soekarno Hatta. Sebab ditemukan pemancar ilegal yang mengganggu frekuensi penerbangan. Temuan itu pun telah ditindaklanjuti sesuai peraturan perundangan.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.