Lebaran, Banten Siapkan 1.900 Bus untuk Angkut Pemudik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang bus menunggu keberangkatan dari terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, 9 Juli 2016. Pada H+4 Lebaran 2016 arus balik penumpang angkutan umum menunjukkan peningkatan, diperkirakan puncak arus balik pada 10 Juli. ANTARA/Rahmad

    Penumpang bus menunggu keberangkatan dari terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, 9 Juli 2016. Pada H+4 Lebaran 2016 arus balik penumpang angkutan umum menunjukkan peningkatan, diperkirakan puncak arus balik pada 10 Juli. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.COSerang - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Revri Aroes mengatakan Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Perhubungan telah menyiapkan sekitar 1.900 bus yang akan digunakan untuk mudik Idul Hitri 1438 Hijriah. Bus-bus tersebut terdiri atas bus reguler antarkota antarprovinsi (AKAP), bus antarkota dalam provinsi (AKDP), serta 100 bus cadangan.

    “Kami telah membuat perencanaan kesiapan menghadapi Lebaran. Angkutan bus, kereta api, penerangan jalan, dan rambu-rambu sudah siap semua. Setidaknya ada 1.129 personel gabungan Dinas Perhubungan dengan kabupaten/kota yang akan disebar ke 92 titik jalur mudik,” ujar Revri, Senin, 19 Juni 2017.

    Simak: Angkutan untuk Mudik 2017 yang Tak Laik Jalan Akan Dikandangkan

    Revri memprediksi, selama arus mudik Lebaran 2017, jumlah penumpang jalur penyeberangan, kereta api, dan udara mengalami lonjakan dibanding Lebaran 2016. Hanya angkutan jalan yang diprediksi menurun dari tahun sebelumnya. Penumpang angkutan jalan pada 2016 mencapai 283.205 penumpang, diprediksi tahun 2017 menurun menjadi 269.751 orang atau turun 4,75 persen. Angkutan sungai danau penyeberangan (ASDP) diprediksi meningkat 11,61 persen dari tahun 2016, yakni 1.340.727, menjadi 1.496.394 penumpang.

    Selanjutnya, penumpang moda angkutan kereta api juga diperkirakan meningkat 5,71 persen. Sebelumnya, pada 2016 terdapat 127.256 penumpang, sedangkan pada 2017 diprediksi mencapai 134.519 penumpang. Untuk moda transportasi udara juga meningkat dari 6.570.337 penumpang menjadi 6.912.599 penumpang.

    Sementara itu, juru bicara PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo mengatakan arus mudik di Pelabuhan Penyeberangan Merak sudah terjadi sejak Minggu, 18 Juni 2017. Menurut dia, H-7 Lebaran yang berbarengan dengan awal libur sekolah dimanfaatkan oleh pemudik. Ditambah juga masih beroperasinya kendaraan angkutan barang yang akan menyeberang ke Bakauheni. “Antrean yang terjadi pada Sabtu-Minggu kemarin masih teratasi, malam Minggu kemarin ramai, lancar saja,” kata Mario.

    Mario mengatakan upaya mengurai antrean mudik menjelang Pelabuhan Merak telah disiapkan dengan membuka gerbang jalan tol dalam jumlah banyak. "Toll gate sepeda motor ada 19, mobil 12, pejalan kaki 23, dan buffer zone (tempat penjualan tiket di luar pelabuhan) ada 40. Sedangkan untuk pejalan kaki, tiket manual bisa dibeli di Pelabuhan Penyeberangan Merak," katanya.

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?