Pansel OJK Gelar Pertemuan dengan Dewan Komisioner Terpilih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan yang juga Ketua Pansel OJK Sri Mulyani usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Maret 2017. Pansel OJK menyerahkan 21 nama calon anggota Dewan Komisioner OJK kepada Presiden untuk selanjutnya diajukan kepada DPR guna menjalani uji kelayakan dan kepatutan.  TEMPO/Subekti

    Menteri Keuangan yang juga Ketua Pansel OJK Sri Mulyani usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Maret 2017. Pansel OJK menyerahkan 21 nama calon anggota Dewan Komisioner OJK kepada Presiden untuk selanjutnya diajukan kepada DPR guna menjalani uji kelayakan dan kepatutan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini menggelar pertemuan dengan jajaran Dewan Komisioner OJK terpilih. Pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu dimulai sejak pukul 08.30 WIB di kantor Sekretariat Pansel, Gedung Juanda, Kementerian Keuangan, Jakarta.

    Baca: Jabat Ketua OJK, Ini Permintaan Emiten Bursa ke ... 

    Anggota Pansel yang tampak hadir di antaranya Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo. Seperti diketahui, Pansel diketuai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan berisikan anggota dari berbagai kalangan, baik industri maupun akademikus. 

    Berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatuhan atau fit and proper test, serta voting yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu, nama Wimboh Santoso muncul sebagai pemimpin baru Dewan Komisioner OJK, berselisih 46 suara dengan Sigit Pramono. 

    Adapun anggota Dewan Komisioner OJK lain yang terpilih adalah Riswinandi, Heru Kristiyana, Nurhaida, Hoesen, Ahmad Hidayat, dan Tirta Segara. 

    Agus DW Martowardojo sebelumnya menyampaikan kepada pemimpin OJK yang baru agar dapat membangun lembaga itu menjadi kredibel dan kuat melakukan supervisi sektor keuangan agar berkembang dengan baik. Selain itu, OJK diharapkan mampu menjadi penunjang sektor pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi Indonesia. 

    "Kami lihat kelembagaan harus diperkuat karena fungsi utama OJK adalah pengawasan terintegrasi sehingga bisa terus membangun pengawasan terintegrasi," ujar Agus, Jumat, 9 Juni lalu. 

    Baca: Ketua OJK Bicara Dampak Krisis Qatar di Indonesia

    Sejumlah tantangan yang harus dihadapi Dewan Komisioner OJK, menurut Agus, adalah bagaimana bisa mendukung pengembangan sektor keuangan, juga kapabilitas dan kapasitas perlu dibangun, seiring dengan upaya pendalaman pasar keuangan.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.