Djarot Rekomendasikan Mesin CAS untuk Komoditas ke Mentan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tiba di Balai Kota Jakarta bersama istrinya, Happy Farida, usai dilantik menjadi gubernur definitif menggantikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, 15 Juni 2017. TEMPO/Larissa

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tiba di Balai Kota Jakarta bersama istrinya, Happy Farida, usai dilantik menjadi gubernur definitif menggantikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, 15 Juni 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, merekomendasikan mesin controlled atmosphere storage kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk menstabilkan harga komoditas bahan pokok.

    "Pak Menteri Pertanian tadi minta kalau perlu akan mengadakan mesin ini," kata Djarot di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu, 17 Juni 2017.

    Baca: BI Sebut Dua Harga Komoditas Ini Masih Perlu Dicermati

    Djarot mengatakan mesin CAS yang baru beroperasi di Pasar Induk Kramat Jati kini sudah teruji bisa menyimpan bawang merah dari Brebes, Jawa Tengah, tetap segar selama satu bulan.

    "Tadi sudah kita bongkar karena kebutuhan memang harus, ya, kita diskusikan, satu bulan masih bagus banget, fresh. Artinya sudah teruji dan ini teknologi dalam negeri," kata Djarot.

    Baca: Rupiah Naik Tipis ke Rp 13.295, Harga Komoditas Mulai Pulih

    Djarot menilai mesin CAS akan lebih cocok ditempatkan di daerah-daerah penghasil komoditas pangan, seperti cabai, bawang merah, padi, jagung, dan kentang. Mesin CAS berguna agar ketika panen raya, harga komoditas tidak jatuh.

    "Ini selalu saja berputar-putar kayak lingkaran setan ketika panen raya pasti jatuh. Kasihan petani dong," kata Djarot.

    Mesin CAS ini baru ada satu di DKI. Mesin penyimpanan ini diproduksi di Kudus, Jawa Tengah, dengan biaya produksi per unitnya mencapai Rp 1,2 miliar. Dengan mesin CAS, ketahanan pangan lebih terjaga selama beberapa bulan.

    Menurut Djarot, kehadiran mesin ini juga menjadi peran pemerintah menstabilkan harga kebutuhan pangan.

    Djarot melihat setiap musim panen raya, harga pangan seperti cabai dan bawang merah selalu jatuh. Pemerintah harus membelinya dengan harga acuan agar petani tidak merugi.

    Pangan yang dibeli nantinya bisa disimpan di mesin CAS. "Kami simpan. Ketika musim paceklik, baru keluarkan dengan harga normal. Ini untuk memotong para mafia. Para spekulan kami potong," kata Djarot.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.