Jaga Stok Pangan, Mendag Kerahkan Satgas Tunggu Pasar di 70 Kota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas sepuluh truk berisi bahan makanan pokok ke wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta 20, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 17 Mei 2017. Tempo/Destrianita

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas sepuluh truk berisi bahan makanan pokok ke wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta 20, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 17 Mei 2017. Tempo/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tunggu Pasar untuk menjaga stok komoditas pangan di pasar. Satgas tersebut, menurut Enggar, disebar di 70 kabupaten dan kota yang berpotensi terjadi gejolak harga menjelang Lebaran.

    "Disebar bersama satgas pangan kepolisian dan dinas perindustrian dan perdagangan di daerah. Begitu ada kekurangan (stok), segera dikirim," kata Enggar saat meninjau Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Sabtu, 17 Juni 2017.

    Simak: Pemerintah Siapkan Aturan untuk Stabilkan Harga Pangan

    Menurut Enggar, kementeriannya telah meminta importir dan distributor komoditas pangan di daerah untuk segera mengirim bahan-bahan pangan ke pasar jika terjadi kekurangan pasokan. "Kalau ada kekurangan di daerah itu, dia yang bertanggung jawab," ujarnya.

    Enggar menyoroti harga bawang putih yang sempat melonjak beberapa waktu terakhir. Menjelang Lebaran, dia menegaskan harga bawang putih tidak boleh bergejolak. "Begitu ada kenaikan, kami usut siapa importirnya, tidak kami beri izin impor. Kita harus sama-sama mengendalikan," katanya.

    Menurut Enggar, sepekan menjelang Idul Fitri, penjualan bahan pangan akan meningkat. Karena itu, dia berkoordinasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk menjaga stok. "Perum Bulog juga. Kalau ada kekurangan, Perum Bulog akan mengisi," tuturnya.

    Amran menegaskan, apabila terdapat importir yang berani menahan stok sehingga harga naik, dia dan Enggar tak akan segan-segan mencabut izin impor mereka. "Kami (Kementerian Pertanian) tidak akan mengeluarkan rekomendasi bagi mereka, termasuk anak perusahaannya."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.