Alasan Tertundanya Pengiriman Bantuan 754 Kapal untuk Nelayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyapa nelayan peserta lomba hias kapal di kawasan Pelabuhan Kali Adem, Jakarta, 7 Mei 2017. Lomba hias kapal untuk menyemarakan kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI). ANTARA/Aprillio Akbar

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyapa nelayan peserta lomba hias kapal di kawasan Pelabuhan Kali Adem, Jakarta, 7 Mei 2017. Lomba hias kapal untuk menyemarakan kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI). ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan sebanyak 754 kapal bagi nelayan. Namun, menurut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Sjarif Widjaja, yang tersalurkan ke nelayan batu sebanyak 584 kapal. "Sisanya sedang diberangkatkan," kata Sjarif dalam konferensi persnya di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat, 16 Juni 2017.



    Menurut Sjarif, belum semua kapal bantuan tersebut tersalurkan karena terdapat risiko cuaca saat pengiriman. Kapal-kapal tersebut, kata dia, disuplai oleh 60 pabrik galangan kapal yang tersebar diseluruh wilayah. 

    Kapal-kapal itu pun, Sjarif menuturkan, dikirim ke berbagai daerah nelayan, termasuk wilayah terpencil. Karena kapal-kapal tersebut berukuran kecil, 3-20 GT, kapal-kapal itu tidak bisa dengan mudah menerjang lautan, apalagi jika cuaca buruk. 

    "Bahkan ada lima kapal bantuan dari KKP yang pada saat pengiriman tenggelam. Lima kapal itu berukuran 3 GT. Tapi saat ini sudah berhasil diangkat dan diperbaiki. Pada saat pengiriman, memang ada resiko karena kapal-kapalnya kecil," kata Sjarif.

    Adapun untuk 2017, KKP memberikan bantuan 1.086 kapal bagi nelayan. Menurut Sjarif, kementeriannya telah menyelesaikan proses lelang seluruh kapal tersebut. "Target kami sekitar Agustus semua kapal selesai dan tinggal dikirimkan," ujarnya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.